Menjemput Asa di Tengah Kerentanan: Dedikasi Tim SIAGA MPPM di Bawah Komando Bushri Latip Selamatkan Pekerja Migran”

- Editorial Team

Minggu, 8 November 2026 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya-GemparData.com,- Di balik megahnya pembangunan dan denyut ekonomi kawasan regional, selalu ada keringat pekerja migran yang menopang kehidupan keluarga di kampung halaman. Namun, ketika tubuh yang menjadi satu-satunya modal bertahan hidup mulai menyerah pada penyakit, kepulangan sering kali menjadi satu-satunya jalan untuk memulihkan martabat dan kemanusiaan.

Pada Sabtu (7/11/2026) siang, suasana haru menyelimuti Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Pesawat Indonesia AirAsia QZ 325 dari Kuala Lumpur mendarat membawa dua sosok pahlawan devisa asal Jawa Timur: Moh. Ali (56) dari Kabupaten Sampang dan Sulbia dari Kabupaten Lumajang. Keduanya kembali ke tanah air bukan dengan genggaman koper kesuksesan finansial, melainkan membawa tubuh yang rentan dan membutuhkan perawatan intensif.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Realitas Kesehatan di Balik Roda Imigrasi

Baca Juga:  Pelukan Mesra Kapolsek Gapura Dengan Danramil Gapura Dalam Bingkaian Harmoni HUT Ke-81 TNI

Kondisi fisik kedua pekerja migran tersebut mencerminkan beratnya beban hidup yang diampu selama beradu nasib di Malaysia. Berdasarkan catatan medis, Moh. Ali mengidap stroke pada sisi kanan tubuhnya—sebuah komplikasi kompleks yang dipicu oleh diabetes sekunder, hipertensi, kolesterol tinggi, hingga gangguan jantung. Sementara itu, Sulbia harus menahan rasa sakit akibat nyeri perut akut (acute abdominal pain) yang mendera sejak pertengahan Oktober lalu.

Rentetan diagnosis medis ini mempertegas tantangan perlindungan kesehatan yang kerap dialami oleh para pekerja rentan di luar negeri: keterbatasan akses layanan medis dasar, tingginya tekanan kerja, serta ketidakpastian administrasi yang kerap menunda penanganan dini.

 

Kerja Kolaboratif Kemanusiaan

Proses pemulangan Moh. Ali dan Sulbia tidak berjalan secara serba otomatis. Ada perjuangan birokrasi yang harus ditempuh di tengah kerumitan hukum imigrasi antarnegara. Dalam proses ini, Tim SIAGA MPPM mengambil peran responsif untuk mengawal seluruh proses administrasi dan perlindungan hukum keduanya.

Baca Juga:  Partai Kebangkitan Nusantara Desak Evaluasi PPN Pembalut, Widiyawati: Menstruasi Bukan Pilihan

Langkah pendampingan diawali dari penerbitan dokumen perjalanan darurat di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur—yang diselesaikan Sulbia pada akhir Oktober dan Moh. Ali pada awal November. Penuntasan masalah keimigrasian dilanjutkan dengan pengurusan Check Out Memo (COM) di Jabatan Imigresen Malaysia guna memastikan kepulangan mereka sah secara hukum dan bebas dari kendala administrasi.

Wakil Ketua Tim SIAGA MPPM, Bushri Latip, yang memimpin langsung pemulangan ini menegaskan bahwa kerja pendampingan bukan sekadar pemenuhan kewajiban formal, melainkan manifestasi nyata atas hak-hak dasar pekerja migran.

“Pendampingan ini merupakan bentuk tanggung jawab kemanusiaan kami untuk memastikan bahwa tidak ada pekerja migran yang terlantar saat kondisi fisik mereka melemah. Dari legalitas dokumen hingga kepulangan ke tanah air, fokus utama kami adalah keselamatan dan kenyamanan mereka,” ujar Bushri.

Baca Juga:  Tinjau Lokasi Tambang MBLB, Satreskrim Polresta Sumenep Bersama Instansi Terkait, Imbau Penambang Patuhi Perizinan

 

Kembali ke Pangkuan Keluarga

Setelah melewati seluruh tahapan keimigrasian dan menempuh perjalanan udara, kedua PMI tersebut langsung diserahterimakan kepada pihak keluarga di Bandara Juanda. Senyum haru dan tangis lega menyambut ketibaan mereka, menandai berahirnya masa-masa ketidakpastian di negeri jiran.

Kepulangan Moh. Ali dan Sulbia ke Sampang dan Lumajang memperlihatkan pentingnya sistem penanganan migrasi yang inklusif dan berperspektif perlindungan kemanusiaan. Di tengah perjuangan pemulihan kesehatan yang masih panjang, kehadiran keluarga di kampung halaman diharapkan menjadi ruang pemulihan yang paling utuh bagi mereka.

Facebook Comments Box

Penulis : Zaein

Editor : Ridwan

Sumber Berita: MPPM

Follow WhatsApp Channel gempardata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerard Wakano : Brigjen TNI (Purn) JM Pattiasina, Maestro Pendiri Pertamina Sang Pahlawan Energi yang Terlupakan dari Sejarah Indonesia
Kapolresta Sumenep Pimpin Patroli Malam, Antisipasi 3C dan Balap Liar
Memburu Aktor Intelektual Penyadapan Prabowo, Pernyataan Prof. Muradi Jadi Perhatian
Tebarkan Senyum Kebahagiaan, NASDEM JATIM Perkuat Gerakan Restorasi Lewat Khitanan Massal Gratis
KETUM PWRI: TIDAK ADA TEMPAT BAGI PENGHIANAT BANGSA, DUKUNG PENUH PRESIDEN DAN KAPOLRI BONGKAR KEJAHATAN PENYADAPAN
Polri Bersama Masyarakat, Kapolresta Sumenep Laksanakan Subuh Keliling Dan Sampaikan Himbauan Kamtibmas Ke Jamaah
Latupay : Jangan Tuduh Tanpa Dasar, Mari Buktikan Secara Hukum
Istiqomah Berbagi, Ketua Muhammad Hudin Beserta Seluruh Anggota GMBI Distrik Gresik Gelar Santunan Yatim Piatu dan Dhuafa di Sirnoboyo

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 12:15 WIB

Gerard Wakano : Brigjen TNI (Purn) JM Pattiasina, Maestro Pendiri Pertamina Sang Pahlawan Energi yang Terlupakan dari Sejarah Indonesia

Minggu, 8 November 2026 - 10:29 WIB

Kapolresta Sumenep Pimpin Patroli Malam, Antisipasi 3C dan Balap Liar

Minggu, 8 November 2026 - 10:10 WIB

Menjemput Asa di Tengah Kerentanan: Dedikasi Tim SIAGA MPPM di Bawah Komando Bushri Latip Selamatkan Pekerja Migran”

Minggu, 8 November 2026 - 09:56 WIB

Memburu Aktor Intelektual Penyadapan Prabowo, Pernyataan Prof. Muradi Jadi Perhatian

Sabtu, 7 November 2026 - 17:44 WIB

Tebarkan Senyum Kebahagiaan, NASDEM JATIM Perkuat Gerakan Restorasi Lewat Khitanan Massal Gratis

Berita Terbaru