Soekarwo: Indonesia Emas 2045 Butuh Kepemimpinan Berintegritas dan Supremasi Hukum

- Editorial Team

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA — GemparData.com,- Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (Wantimpres RI), Dr. H. Soekarwo, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak cukup dicapai melalui pertumbuhan ekonomi semata. Indonesia membutuhkan kepemimpinan nasional yang adaptif dan berintegritas, didukung supremasi hukum serta kebijakan publik yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Gagasan tersebut disampaikan Soekarwo dalam kuliah umum bertajuk Strategic Leadership: Public and Private Policy di Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Sabtu (17/10/2026).

Mantan Gubernur Jawa Timur periode 2009–2019 itu mengangkat tiga agenda strategis, yakni pembangunan hukum dan kepemimpinan nasional menuju Indonesia Emas 2045, kepemimpinan adaptif untuk mewujudkan pembangunan inklusif, serta pertanggungjawaban hukum dalam perumusan kebijakan publik yang demokratis, baik di sektor publik maupun privat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Soekarwo, keberhasilan pembangunan nasional harus ditopang oleh fondasi hukum yang kuat, tata kelola pemerintahan yang baik, serta kualitas kepemimpinan yang mampu menerjemahkan tujuan pembangunan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga:  KETUA DP-KESPAGA UCAPKAN SELAMAT HUT KE-81 PT GARAM: PERKUAT KOLABORASI, WUJUDKAN PERUSAHAAN MAJU DAN PEKERJA SEJAHTERA

“Pertumbuhan ekonomi saja tidak cukup. Pembangunan nasional juga membutuhkan kepastian hukum, keadilan, integritas kepemimpinan, dan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat,” demikian pokok pemikiran yang ditekankan dalam materi kuliahnya.

 

Supremasi Hukum sebagai Fondasi Kepemimpinan

Soekarwo menilai, visi Indonesia Emas 2045 memerlukan sistem hukum yang modern, pasti, adil, dan responsif terhadap perubahan zaman. Kepastian hukum menjadi salah satu prasyarat penting untuk menciptakan kepercayaan publik, menjaga keberlanjutan pembangunan, sekaligus memastikan kebijakan pemerintah berjalan sesuai prinsip negara hukum.

Di sisi lain, kepemimpinan nasional dituntut mampu membaca dan merespons berbagai tantangan strategis, mulai dari transformasi digital, bonus demografi, dinamika geopolitik, hingga perubahan sosial dan ekonomi.

Dalam situasi tersebut, pemimpin tidak cukup hanya memiliki kewenangan formal. Mereka juga harus mempunyai kapasitas mengambil keputusan, kemampuan beradaptasi, integritas, serta tanggung jawab terhadap konsekuensi kebijakan yang dihasilkan.

Kepemimpinan adaptif, dalam kerangka itu, menjadi penting agar arah pembangunan tetap relevan dengan perubahan kebutuhan masyarakat tanpa mengabaikan prinsip keadilan, kepastian hukum, dan kepentingan jangka panjang bangsa.

Baca Juga:  Ageng Dendy Dorong Konsolidasi Pemuda, Satukan Langkah Menuju Indonesia Emas 2045

 

Demokrasi Harus Menghasilkan Kesejahteraan

Aspek lain yang menjadi perhatian Soekarwo adalah demokrasi substantif. Menurutnya, demokrasi tidak boleh berhenti pada proses pemilihan pemimpin melalui pemilihan umum. Demokrasi harus mampu memastikan bahwa mandat rakyat diterjemahkan menjadi kebijakan yang berkualitas, berkeadilan, dan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Diperlukan demokrasi substantif untuk mewujudkan pembangunan hukum dan menempatkan supremasi hukum sebagai faktor esensial untuk memilih kepemimpinan nasional yang kualitatif dan berintegritas,” demikian salah satu pokok pemikiran Soekarwo dalam materi kuliahnya.

Pandangan tersebut menempatkan supremasi hukum dan kualitas kepemimpinan sebagai dua unsur yang saling berkaitan. Proses demokrasi yang baik perlu disertai sistem hukum yang menjamin akuntabilitas, sementara kepemimpinan yang berintegritas harus mampu menjalankan kewenangan secara bertanggung jawab.

Dengan demikian, keberhasilan demokrasi tidak semata-mata diukur dari terselenggaranya pemilihan umum, tetapi juga dari kemampuan institusi negara menghasilkan kebijakan yang transparan, dapat dipertanggungjawabkan, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Baca Juga:  Beyond Reality: Exploring the Future of Gaming with Virtual Reality Technology

 

Akuntabilitas Kebijakan di Sektor Publik dan Privat

Pembahasan mengenai pertanggungjawaban hukum dalam kebijakan publik juga memperluas perhatian pada hubungan antara sektor pemerintahan dan dunia privat. Keduanya memiliki peran penting dalam pembangunan nasional, sehingga proses pengambilan keputusan perlu memperhatikan prinsip hukum, tata kelola yang baik, serta dampaknya terhadap masyarakat.

Dalam konteks Indonesia Emas 2045, kebijakan yang demokratis tidak hanya dituntut efektif, tetapi juga harus memiliki dasar hukum yang jelas dan mekanisme pertanggungjawaban yang memadai.

Pesan utama yang mengemuka dari kuliah umum tersebut adalah bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh besarnya pertumbuhan ekonomi atau ambisi pembangunan, melainkan juga oleh kualitas institusi, integritas pemimpin, dan kemampuan negara memastikan hukum bekerja secara adil.

Indonesia Emas 2045, dalam perspektif tersebut, bukan sekadar target kemajuan ekonomi, melainkan agenda membangun negara hukum demokratis yang mampu menghadirkan kepemimpinan berkualitas, pembangunan inklusif, dan kesejahteraan bagi masyarakat.(by)

Facebook Comments Box

Penulis : By

Editor : Ridwan

Sumber Berita: https://gempardata.com/

Follow WhatsApp Channel gempardata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diskominfo Sumenep: Internship, Mahasiswa Universitas Wiraraja ” Pelajari Strategi Komunikasi Pemerintah”
Gerard Wakano : Brigjen TNI (Purn) JM Pattiasina, Maestro Pendiri Pertamina Sang Pahlawan Energi yang Terlupakan dari Sejarah Indonesia
Kapolresta Sumenep Pimpin Patroli Malam, Antisipasi 3C dan Balap Liar
Menjemput Asa di Tengah Kerentanan: Dedikasi Tim SIAGA MPPM di Bawah Komando Bushri Latip Selamatkan Pekerja Migran”
Memburu Aktor Intelektual Penyadapan Prabowo, Pernyataan Prof. Muradi Jadi Perhatian
Tebarkan Senyum Kebahagiaan, NASDEM JATIM Perkuat Gerakan Restorasi Lewat Khitanan Massal Gratis
KETUM PWRI: TIDAK ADA TEMPAT BAGI PENGHIANAT BANGSA, DUKUNG PENUH PRESIDEN DAN KAPOLRI BONGKAR KEJAHATAN PENYADAPAN
Polri Bersama Masyarakat, Kapolresta Sumenep Laksanakan Subuh Keliling Dan Sampaikan Himbauan Kamtibmas Ke Jamaah

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 22:54 WIB

Diskominfo Sumenep: Internship, Mahasiswa Universitas Wiraraja ” Pelajari Strategi Komunikasi Pemerintah”

Minggu, 8 November 2026 - 12:15 WIB

Gerard Wakano : Brigjen TNI (Purn) JM Pattiasina, Maestro Pendiri Pertamina Sang Pahlawan Energi yang Terlupakan dari Sejarah Indonesia

Minggu, 8 November 2026 - 10:29 WIB

Kapolresta Sumenep Pimpin Patroli Malam, Antisipasi 3C dan Balap Liar

Minggu, 8 November 2026 - 10:10 WIB

Menjemput Asa di Tengah Kerentanan: Dedikasi Tim SIAGA MPPM di Bawah Komando Bushri Latip Selamatkan Pekerja Migran”

Minggu, 8 November 2026 - 09:56 WIB

Memburu Aktor Intelektual Penyadapan Prabowo, Pernyataan Prof. Muradi Jadi Perhatian

Berita Terbaru