Sumenep-Gempardata.com,- Mengendarai sepeda motor bukan hanya soal bisa, tetapi juga soal kesiapan dan tanggung jawab. keselamatan kita harus jaga, mentaati serta mematuhi aturan lalu lintas. Sebagaimana kita ketahui orang tua dan Guru harus berperan aktif memberikan edukasi atau pemahaman terhadap siswa siswinya syarat berkendara.
Fenomena saat ini, banyaknya anak-anak di bawah umur khususnya para siswa siswi baik sekolah menengah pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) terlihat jelas mengendarai sepeda motor di jalan raya saat pulang sekolah di sejumlah pelosok kota jawa timur lebih lebih di kabupaten Sumenep. Padahal dalam aturan usia pengendara motor sudah jelas berusia minimal 17 tahun.
Apakah Satlantas Polresta Sumenep hanya sebagai penonton saja? Lalu, Bagaimana arahan Kapolresta Sumenep terhadap jajaranya ketika melihat fonomena ini? Atau menunggu korban berjatuhan?
Ketua PWRI Jatim Ridwan S, mengatakan, Ada sejumlah alasan yang mendasari mengapa anak di bawah usia 17 tahun tidak boleh bawa motor, tuturnya.
“Di usia 17 tahun seseorang baru dikatakan matang secara fisik dan matang secara psikologis. Namun anak-anak berumur di hanya matang secara fisik. tapi psikologisnya belum matang,” ujar Ridwan, saat seruput kopi di warung sebelah timur polresta sumenep, Selasa , 11 Agustus 2026.
“ Berkendara sepeda motor itu bukan cuma fisik. Tidak hanya bisa pindah porsneling motor tapi juga dibutuhkan emosi, kedewasaan, kebijaksanaan,” katanya.
Menurutnya, sikap kedewasaan dan kebijaksanaan belum dimiliki anak-anak di bawah umur. Kita ketahui, anak-anak muda cenderung tidak mempertimbangkan efek jangka panjang ketika ngebut di jalan dan tidak mikir kalau jatuh bagaimana. Itulah kenapa anak anak di bawah umur tidak boleh bawa motor,” ucap Ridwan.
Oleh sebab itu, Kapolresta sumenep melalui Kasat Lantas polresta sumenep segera lakukan gerak cepat, memberikan edukasi pengenalan safety riding yang perlu di ajarkan kepada anak-anak sejak usia dini.
Sederhana saja, dengan saling mengingatkan kepada orang terdekat. Mulai dari kita, apakah sudah safety ? kita harus jadi role model, minimal untuk keluarga kita,” tegas ridwan.
“Tapi harus menyampaikan dengan cara santun, kita mengingatkan sebagai bentuk cinta kita kepada keluarga,” imbuhnya.
Jangan memaksakan diri untuk berkendara Jika belum penuh syarat kelengkapan berkendara. Sehingga, Refleks fisik dan koordinasi gerak anak belum sempurna untuk menghadapi situasi darurat (Kemampuan Motorik) dan juga kurang memahami terhadap rambu rambu lalu lintas, etika, aturan, dan bisa terdistraksi saat di jalanan. Tutupnya (*)
Penulis : Ridwan
Editor : Redaksi
Sumber Berita: gempardata.com














