BERAPA ANGGARAN SATU BANGUNAN KDMP YANG SEBENARNYA PUBLIK WAJIB TAHU

- Editorial Team

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

By : Dr. Suriyanto, Pd,.SH.,MH.,MKN

Praktisi Hukum/Akademisi/ Ketum PWRI RI

Jakarta- Program KDMP adalah program triliunan. Tapi ada satu bisik-bisik yang sudah beredar luas di publik dan di desa-desa, serta harus kita uji bersama kebenarannya Bersama, hal ini sangat penting, mengingat program ini Adalah salah satu program unggulan Presiden Prabowo Gibran di era kepemimpinannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Isu yang beredar kuat saat ini adalah: Anggaran 1 gedung KDMP di RAB sekitar Rp1,6 Miliar. Tetapi yang cair sampai ke kontraktor diduga hanya sekitar Rp.800 Juta – Rp.900 Juta selisihnya hamper 50 persen, hal ini menjadi tantangan semua pihak untuk membuktikannya, terutama pihak penegak hukum dan lahannya yang digunakan disinyalir masih dalam kawasan tanah LSD atau LP2B.

Apakah hal ini benar? Kami tidak menuduh. Kami bertanya. Karena kalau ini benar, maka ini adalah skandal korupsi terbesar di tingkat desa sepanjang Sejarah perkorupsian di Indonesia.

Baca Juga:  KEPALA DKPP SUMENEP, LEPAS PERDANA PANEN TEMBAKAU VARIETAS LOKAL PRANCAK 95, KEMANA ?

Logikanya sangat sederhana. Uang rakyat Rp.1,6 Miliar. Jikalau yang membangun hanya dibayar Rp.800 Juta, maka ke mana Rp.800 Juta sisanya?

Publik berhak bertanya dan mendapatkan bukti karena Pembangunan KDMP menggunakan uang rakyat. Bukan hanya katanya-katanya. Buktinya faktanya ada di 3 dokumen: RAB, SPK Kontrak, dan Bukti Transfer Pembayaran.

Tantangan kami kepada pemerintah adalah: kepada Kemenkop, BPKP, dan Kejaksaan. Tolong buka 100 sampel kontrak pembangunan KDMP untuk membuka kejelasan penggunaan anggaran rakyat.

“Berapa nilai di kontrak? Berapa yang ditransfer ke rekening kontraktor?”

Kalau angka di kontrak Rp.1,6 M dan transfer ke kontraktor juga Rp1,6 M, maka isu ini selesai. Kami minta maaf.

“Tapi kalau benar hanya Rp.800 – 900 Juta yang sampai, maka ini darurat.”

Baca Juga:  Percepat Modernisasi Pertanian, DKPP Sumenep Gelontorkan anggaran Rp. 1.9 Milliar

Kenapa hal ini penting? Karena gedung yang dibangun dengan dana setengah, pasti speknya dipangkas. Besi dikurangi. Semen diencerkan. Umur gedung tidak akan sampai 5 tahun.

Yang rugi siapa? Rakyat desa. Mereka dapat utang, dapat gedung jelek, dan dapat cicilan bank. Sementara yang memotong uangnya sudah pergi.10.

Hal tersebut adalah pola lama yang berulang. Proyek miliaran, potong 30-50% di jalan. Dari bansos sampai infrastruktur. Jangan sampai KDMP mengikuti pola yang sama.

Presiden Prabowo sudah perintahkan: Berantas mafia, berantas kebocoran. Nah, potensi kebocoran Rp.800 Juta per desa ini harus jadi prioritas bagi para penegak hukum.

Hitungannya gampang. Kalau isu ini benar terjadi di 10.000 desa saja, maka uang negara yang hilang Rp.8 Triliun. Cukup untuk bangun 2000 puskesmas.

Baca Juga:  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Maka langkahnya cukup jelas: Lakukan Audit Mendadak. BPKP wajib turun sekarang. Jangan tunggu 1 tahun. Cek fisik, cek kontrak, cek rekening.

Lakukan Transparansi total. Tempel RAB Rp.1,6 M di balai desa. Tempel juga bukti bayar ke kontraktor. Biar warga yang menghitung.

Beri Sanksi berat. Jikalau terbukti ada pemotongan, miskinkan pelakunya. Sita asetnya. Jangan kasih ampun. Karena ini uang makan rakyat dan masa depan rakyat.

Kami tidak anti KDMP. Kami justru paling mendukung. Tapi program sebaik apapun akan gagal kalau uangnya bocor di hari pertama hingga selesai.

Publik wajib tau. Dan satu-satunya cara tau adalah buka semua data. Buktikan bahwa Rp.1,6 Miliar benar-benar jadi gedung Rp1,6 Miliar. Jangan sampai Rp1,6 Miliar hanya jadi gedung Rp800 Juta. Publik menanti kebenarannya.(*)

Facebook Comments Box

Penulis : Dr. Suriyanto.Pd.,SH.,MH.,Mkn

Editor : Ridwan

Sumber Berita: Ketum PWRI RI

Follow WhatsApp Channel gempardata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelukan Mesra Kapolsek Gapura Dengan Danramil Gapura Dalam Bingkaian Harmoni HUT Ke-81 TNI
Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Peredaran Okerbaya, 60 Pil Berlogo ” Y ” Diamankan
KSOP Kelas IV Kalianget Tanamkan Edukasi Maritim Terhadap Pelajar SMPN 2 Kalianget
Ekonomi AI Berkembang, Sutrisno Dorong Tata Kelola Persaingan Usaha
Potret Akrab Dalam Bingkaian Memori HUT KE – 81 TNI, Kapolsek Talango Beri Kado Nasi Tumpeng , DanPosRamil Talango ” Apresiasi “
Rangkuman Album Kapolesta Sumenep Bersama Dandim 0827 Sumenep Di HUT Ke-81 TNI 
Tingkatkan Keselamatan dan Legalitas Nelayan, KSOP Kalianget Bersinergi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan 
UMKM Pidie Genjot Program Kolaborasi GAMIES Dorong Ekonomi Rakyat Tumbuh Lebih Mandiri

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Pelukan Mesra Kapolsek Gapura Dengan Danramil Gapura Dalam Bingkaian Harmoni HUT Ke-81 TNI

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Peredaran Okerbaya, 60 Pil Berlogo ” Y ” Diamankan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:38 WIB

KSOP Kelas IV Kalianget Tanamkan Edukasi Maritim Terhadap Pelajar SMPN 2 Kalianget

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Ekonomi AI Berkembang, Sutrisno Dorong Tata Kelola Persaingan Usaha

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Potret Akrab Dalam Bingkaian Memori HUT KE – 81 TNI, Kapolsek Talango Beri Kado Nasi Tumpeng , DanPosRamil Talango ” Apresiasi “

Berita Terbaru