Sumenep – Pemerintah Kabupaten sumenep terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong sektor pertanian lebih maju dan produktif.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten sumenep, sebanyak 47 unit hand tractor kelompok tani di berbagai kecamatan menerima bantuan alat mesin pertanian dari pemerintah kabupaten sumenep.
Bantuan tersebut disalurkan kepada puluhan kelompok tani (poktan) sebagai bagian dari program percepatan penambahan lahan tanam dan peningkatan hasil panen, khususnya untuk komoditas Padi dan Jagung.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menyampaikan bahwa proses distribusi alat dan mesin pertanian (alsintan) tersebut telah rampung sejak Juni 2026, tuturnya.
Inung sapaannya, menjelaskan bahwa hand tractor tersebut disediakan sebagai sarana pendukung guna mendongkrak pemanfaatan lahan pertanian secara lebih maksimal. Ia berharap keberadaan alat ini dapat mempermudah petani dalam mengolah lahan dengan cara yang lebih efektif dan hemat waktu, lugas inung.
“Sudah didistribusikan bulan Juni,” ujar Inung saat ditemui, Selasa (21/07/2026).
Berdasarkan catatan DKPP Sumenep, pengadaan alsintan tahun ini menghabiskan anggaran sekitar Rp 1,9 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep Tahun Anggaran 2025-2026. Program tersebut merupakan realisasi dari pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Sumenep.
Inung menegaskan, kelompok tani penerima bantuan wajib memanfaatkan hand tractor sesuai fungsinya, yakni untuk mendukung kegiatan budi daya pertanian. Selain itu, ia meminta agar alat tersebut dirawat dengan baik supaya dapat digunakan dalam waktu yang lama.
“Ini merupakan sarana pendukung untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan. Karena itu, harus dimanfaatkan untuk kepentingan budidaya pertanian, dirawat, dipelihara, dan digunakan dengan baik,” katanya.
Lebih lanjut, Inung menilai bantuan alsintan tersebut telah membawa dampak positif bagi para petani penerima manfaat.
Penggunaan hand tractor diharapkan mampu mempercepat proses pengolahan lahan sekaligus meningkatkan produktivitas hasil pertanian, khususnya komoditas padi.
Ia menambahkan, langkah ini merupakan bagian dari upaya modernisasi pertanian yang terus didorong pemerintah daerah untuk meningkatkan produksi pangan di Sumenep.
“Ini bagian dari modernisasi. Sarana ini harus dimaksimalkan dan dirawat dengan baik,” tutup Kepala DKPP Sumenep.(Read-One)
Penulis : Ridwan Sutarjo
Editor : Redaksi
Sumber Berita: DKPP SUMENEP













