Ketua PWRI JATIM, Soroti Pengendara Motor Dibawah Umur , Motorik Anak Gampang Terdistraksi

- Editorial Team

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep-Gempardata.com,- Mengendarai sepeda motor bukan hanya soal bisa, tetapi juga soal kesiapan dan tanggung jawab. keselamatan kita harus jaga, mentaati serta mematuhi aturan lalu lintas. Sebagaimana kita ketahui orang tua dan Guru harus berperan aktif memberikan edukasi atau pemahaman terhadap siswa siswinya syarat berkendara.

Fenomena saat ini, banyaknya anak-anak di bawah umur khususnya para siswa siswi baik sekolah menengah pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) terlihat jelas mengendarai sepeda motor di jalan raya saat pulang sekolah di sejumlah pelosok kota jawa timur lebih lebih di kabupaten Sumenep. Padahal dalam aturan usia pengendara motor sudah jelas berusia minimal 17 tahun.

Baca Juga:  Kapolresta Sumenep Pimpin Apel HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-71, Tekankan Pelayanan Humanis dan Kamseltibcarlantas

Apakah Satlantas Polresta Sumenep hanya sebagai penonton saja? Lalu, Bagaimana arahan Kapolresta Sumenep terhadap jajaranya ketika melihat fonomena ini? Atau menunggu korban berjatuhan?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua PWRI Jatim Ridwan S, mengatakan, Ada sejumlah alasan yang mendasari mengapa anak di bawah usia 17 tahun tidak boleh bawa motor, tuturnya.

“Di usia 17 tahun seseorang baru dikatakan matang secara fisik dan matang secara psikologis. Namun anak-anak berumur di hanya matang secara fisik. tapi psikologisnya belum matang,” ujar Ridwan, saat seruput kopi di warung sebelah timur polresta sumenep, Selasa , 11 Agustus 2026.

Baca Juga:  KAPOLRESTA SUMENEP PIMPIN  SERTIJAB PEJABAT UTAMA DAN KAPOLSEK " JAGA INTEGRITAS, PROFESIONALISME DAN DEDIKASI "

“ Berkendara sepeda motor itu bukan cuma fisik. Tidak hanya bisa pindah porsneling motor tapi juga dibutuhkan emosi, kedewasaan, kebijaksanaan,” katanya.

Menurutnya, sikap kedewasaan dan kebijaksanaan belum dimiliki anak-anak di bawah umur. Kita ketahui, anak-anak muda cenderung tidak mempertimbangkan efek jangka panjang ketika ngebut di jalan dan tidak mikir kalau jatuh bagaimana. Itulah kenapa anak anak di bawah umur tidak boleh bawa motor,” ucap Ridwan.

Oleh sebab itu, Kapolresta sumenep melalui Kasat Lantas polresta sumenep segera lakukan gerak cepat, memberikan edukasi pengenalan safety riding yang perlu di ajarkan kepada anak-anak sejak usia dini.

Baca Juga:  1000 Kampung Nelayan, Bukti Negara Hadir, Dari Pesisir Miskin Jadi Pusat Ekonomi

Sederhana saja, dengan saling mengingatkan kepada orang terdekat. Mulai dari kita, apakah sudah safety ? kita harus jadi role model, minimal untuk keluarga kita,” tegas ridwan.

“Tapi harus menyampaikan dengan cara santun, kita mengingatkan sebagai bentuk cinta kita kepada keluarga,” imbuhnya.

Jangan memaksakan diri untuk berkendara Jika belum penuh syarat kelengkapan berkendara. Sehingga, Refleks fisik dan koordinasi gerak anak belum sempurna untuk menghadapi situasi darurat (Kemampuan Motorik) dan juga kurang memahami terhadap rambu rambu lalu lintas, etika, aturan, dan bisa terdistraksi saat di jalanan. Tutupnya (*)

Facebook Comments Box

Penulis : Ridwan

Editor : Redaksi

Sumber Berita: gempardata.com

Follow WhatsApp Channel gempardata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ADEM Gelar Edukasi dan Promosi Eco Mortar di Sumenep
Data Center sebagai Infrastruktur Ekonomi Strategis dan Tantangan Baru Hukum Persaingan Usaha Indonesia
LBH SIKAP NTT: LEMBATA BELUM MEMILIKI RUMAH POTONG HEWAN/UNGGAS BERSERTIFIKASI HALLAL, PEMDA SEGERA WUJUDKAN
Tanggapi Pidato Menlu Sugiono di PBB, Dewan Pakar BPIP, Dubes Djumala: Ketahanan Ideologis Pilar Utama Ketahanan Nasional
KPPU dalam Konstitusi Ekonomi: Menjaga Persaingan, Membatasi Kekuasaan Pasar
Guruh Soekarnoputra Berpulang, Nusantara Kehilangan Penjaga Jiwa Kebudayaan
September Hitam di Manusela, Masyarakat Adat Tolak Rekonstruksi Tapal Batas TN Manusela
Tabir Politik Tak Hentikan Anggota Komisi III DPR Slamet Ariyadi Tunjukkan Empati Kemanusiaan

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 12:26 WIB

ADEM Gelar Edukasi dan Promosi Eco Mortar di Sumenep

Rabu, 30 September 2026 - 06:50 WIB

Data Center sebagai Infrastruktur Ekonomi Strategis dan Tantangan Baru Hukum Persaingan Usaha Indonesia

Selasa, 29 September 2026 - 23:20 WIB

LBH SIKAP NTT: LEMBATA BELUM MEMILIKI RUMAH POTONG HEWAN/UNGGAS BERSERTIFIKASI HALLAL, PEMDA SEGERA WUJUDKAN

Selasa, 29 September 2026 - 23:08 WIB

Tanggapi Pidato Menlu Sugiono di PBB, Dewan Pakar BPIP, Dubes Djumala: Ketahanan Ideologis Pilar Utama Ketahanan Nasional

Selasa, 29 September 2026 - 08:53 WIB

KPPU dalam Konstitusi Ekonomi: Menjaga Persaingan, Membatasi Kekuasaan Pasar

Berita Terbaru

Berita

ADEM Gelar Edukasi dan Promosi Eco Mortar di Sumenep

Rabu, 30 Sep 2026 - 12:26 WIB