Siapa Bermain di Balik Isu Dasco Jadi Cawapres? Pasek: Ini Power Game!

- Editorial Team

Jumat, 6 November 2026 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Isu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bakal menggantikan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden tidak begitu saja dipercaya politisi sekaligus advokat Gede Pasek Suardika. Ia justru mencium adanya kemungkinan permainan politik (power game) di balik kemunculan rumor tersebut.

Pasek menilai, kemunculan nama Dasco dalam pusaran isu pergantian Wakil Presiden bukan sekadar gosip politik biasa. Ia menduga ada pihak-pihak yang sengaja mengembuskan rumor tersebut untuk mengganggu soliditas komunikasi politik yang selama ini terbangun di sekitar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Pasek, posisi Dasco saat ini justru sangat strategis. Ia berperan sebagai dinamisator sekaligus stabilisator komunikasi politik yang menjembatani berbagai kepentingan dan elemen politik di tengah pemerintahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, mengangkat nama Dasco ke dalam spekulasi perebutan kursi Wakil Presiden dinilai berpotensi menggeser fokus publik, memunculkan kecurigaan antarkelompok politik, sekaligus mengganggu peran strategis yang sedang dijalankannya.

Baca Juga:  5 Potret KSOP Kalianget Bersama Santri Dan Santriwati di Ponpes Darurrahman

“ Saya yakin posisi Dasco saat ini sangat dibutuhkan sebagai dinamisator dan stabilitator komunikasi politik dengan posisinya yang sekarang. Jadi sia-sia saja melempar rumor ini karena tidak akan mampu dipercaya publik,” tulis Pasek, dikutip Jumat (6/11/2026).

Pasek juga melihat adanya ironi dalam rumor tersebut. Jika memang terdapat pihak yang menginginkan perubahan posisi Wakil Presiden, mengapa justru nama Dasco yang dilempar ke tengah polemik?

Menurutnya, skenario semacam itu patut dicermati. Sebab, seseorang yang justru dibutuhkan untuk menjaga komunikasi politik dapat berubah menjadi sasaran spekulasi, kritik, bahkan pertarungan kepentingan politik.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terseret arus informasi politik yang belum jelas kebenarannya.

“Gosip politik memang selalu menarik tetapi perlu tarikan nafas sesaat sebelum percaya akan derasnya gosip yang beredar. Untuk yang ini saya belum percaya,” tegasnya.

Baca Juga:  Tinjau Lokasi Tambang MBLB, Satreskrim Polresta Sumenep Bersama Instansi Terkait, Imbau Penambang Patuhi Perizinan

*Dasco Sebut Isu Cawapres sebagai Pengalihan Isu*

Sebelumnya, Dasco sendiri telah membantah kabar dirinya bakal menjadi calon Wakil Presiden menggantikan Gibran. Melalui akun Instagram @sufmi_dasco, Kamis (5/11/2026), Dasco bahkan menyebut kemunculan isu tersebut sebagai upaya mengalihkan perhatian publik dari persoalan dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.

“Ada upaya pengalihan isu dari hot isu penyadapan ilegal menjadi Dasco akan jadi cawapres. Ada upaya pengalihan isu. Saya pastikan itu hoax!!” tulis Dasco.

Pernyataan tersebut membuat rumor pergantian Wakil Presiden semakin menarik perhatian. Sebab, kemunculannya beriringan dengan mencuatnya perkara dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah perwira tinggi Polri.

Dalam draf informasi kasus tersebut, mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Irjen Ahrie Sonta dan Irjen Eko Hadi Santoso disebut telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri pada 3 November 2026.

Baca Juga:  Indonesia Mau Seperti Kuba? Sekolah SD Hingga S3 Gratis Itu Bisa, Asal Negara Berhenti Berbohong

Ketiganya diduga terlibat dalam penyadapan tanpa prosedur terhadap sejumlah nomor telepon, termasuk yang disebut berkaitan dengan Presiden Prabowo Subianto, sepanjang periode 2025–2026.

Dua isu ini kini bertemu dalam satu pusaran perhatian politik nasional: dugaan penyadapan terhadap kepala negara dan spekulasi pergantian Wakil Presiden.

Bagi Pasek, masyarakat perlu lebih kritis membaca momentum kemunculan sebuah isu. Tidak semua rumor politik lahir secara alamiah. Dalam pertarungan kekuasaan, informasi juga bisa menjadi instrumen untuk menggeser perhatian, membangun persepsi, bahkan mengganggu keseimbangan politik.

Karena itu, ia memilih tidak mempercayai rumor Dasco menjadi Cawapres sebelum ada fakta dan dasar yang jelas. Di tengah dinamika politik nasional, yang perlu diwaspadai bukan hanya siapa yang akan menduduki kursi kekuasaan, tetapi juga siapa yang memainkan narasi dan untuk kepentingan siapa.

Facebook Comments Box

Penulis : By

Editor : Redaksi

Sumber Berita: https://gempardata.com/

Follow WhatsApp Channel gempardata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desak Konfercab, 6 Komisariat GMNI Ambon: Jangan Biarkan Organisasi Stagnan
Ketua GKN Soegiarto Santoso: Transfer Antarbank Tidak Otomatis Kena PPN, Masyarakat Jangan Panik
Basori : Aktivis Sumenep Soroti PUTR, Jalan Raya Campaka–Ganding Rusak Parah: Jangan Tunggu Korban!
JAPAI GERUDUK MAPOLDA JATIM, DEMI KEADILAN, BUKAN DEMI EGO INSTITUSI PENYIDIK
Isu Dasco Jadi Cawapres Disorot, Pengalihan Perhatian dari Dugaan Penyadapan Presiden Dipertanyakan
Skandal Penyadapan Presiden, Fredi Moses: Teknologi Tak Boleh Melampaui Hukum
Tinjau Lokasi Tambang MBLB, Satreskrim Polresta Sumenep Bersama Instansi Terkait, Imbau Penambang Patuhi Perizinan
Rutan Sumenep Beri Edukasi ke 103 siswa YPAA Hasil Karya Warga Binaan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:46 WIB

Desak Konfercab, 6 Komisariat GMNI Ambon: Jangan Biarkan Organisasi Stagnan

Jumat, 6 November 2026 - 16:00 WIB

Ketua GKN Soegiarto Santoso: Transfer Antarbank Tidak Otomatis Kena PPN, Masyarakat Jangan Panik

Jumat, 6 November 2026 - 09:13 WIB

Basori : Aktivis Sumenep Soroti PUTR, Jalan Raya Campaka–Ganding Rusak Parah: Jangan Tunggu Korban!

Jumat, 6 November 2026 - 08:58 WIB

Siapa Bermain di Balik Isu Dasco Jadi Cawapres? Pasek: Ini Power Game!

Kamis, 5 November 2026 - 13:26 WIB

JAPAI GERUDUK MAPOLDA JATIM, DEMI KEADILAN, BUKAN DEMI EGO INSTITUSI PENYIDIK

Berita Terbaru