SURABAYA – GemparData.com,- Di panggung itu, sejarah PT Garam seolah diputar kembali dari masa kolonial hingga era digital. Dari tambak tradisional hingga pabrik modern. Dari Asin yang menghidupi Negeri Lewat Butiran Putih ke Transform To Expand, Grow Beyond.
Ada cerita panjang tentang ketekunan, keringat, dan garam yang bukan hanya asin di rasa, tapi juga bermakna. Di situlah PT Garam menjadikan asin sebagai sejarah.
Fakta, Sabtu malam (31/10/2026) Shangri-La Hotel Surabaya, menjadikan Harmony PT Garam (Persero), mengisahkan ulang dengan merayakan 81 tahun pengabdian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Temanya sederhana tapi keren: “ Transform To Expand, Grow Beyond
Sobat, Delapan puluh Satu tahun bukan waktu singkat. , kata Padi Reborn Di panggung ini,
Sesuatu yang Indah, Dari tambak tradisional hingga pabrik modern. Semuanya berpadu dalam satu narasi: ketahanan garam untuk kemandirian bangsa.
Semalam, suasana antara Harmony dan Nostalgia. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Iwan Sumule; Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia; Dandy Satria Iswara, S.IP., M.Si.
Perayaan ini juga menjadi ajang penghormatan kepada para mantan Direktur PT Garam(Persero) yang telah meletakkan fondasi dan berkontribusi dalam perjalanan panjang perusahaan. Semangat kebersamaan lintas generasi menjadi pengingat bahwa transformasi perusahaan saat ini merupakan kelanjutan dari kerja keras dan pengabdian yang telah dibangun selama 81 tahun.
Acara puncak kejayaan dibuka dengan lagu kebangsaan dan Do’a. Putaran video perjalanan panjang “81 Tahun PT Garam Mengabdi untuk Negeri”. Di layar, tergambar wajah-wajah petambak, pabrik, dan garam serta Dewan Komisaris PT Garam (Persero), Dirut PT Garam dan jajaran Direksi PT Garam yang menjadi saksi delapan dekade perjuangan bersama insan Garam.
Transformasi Nyata untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Garam (Persero), Bapak Ambraham Mose, menyampaikan bahwa usia ke-81 menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk melanjutkan transformasi secara nyata dan terukur, tuturnya.
“Delapan puluh Satu tahun bukan waktu yang singkat, Kerja keras, Ketekunan, dan Pengabdian lintas generasi. Kepada seluruh pendahulu PT Garam, saya menyampaikan penghormatan dan terima kasih yang setinggi-tingginya,” ungkap Ambraham Mose Direktur Utama PT Garam,
” Transform to Expand. Grow Beyond.” bukan sekadar slogan, melainkan arah strategis perusahaan untuk berani berubah, memperluas peluang, dan melampaui pencapaian sebelumnya.” Tegasnya.
Ke depan, PT Garam tidak hanya berfokus pada produksi dan penjualan garam, tetapi juga bertransformasi menjadi perusahaan industri berbasis sumber daya air laut melalui pengembangan teknologi, hilirisasi, dan pemanfaatan potensi mineral laut bernilai tambah.
Kinerja Positif Menjadi Modal Pengembangan Usaha
Ambraham Mose menyampaikan bahwa transformasi perusahaan turut didukung oleh kinerja positif yang berhasil dicapai pada tahun 2025.
PT Garam membukukan pendapatan usaha sebesar Rp374,68 miliar atau tumbuh 67 persen, serta mencatatkan laba bersih sebesar Rp112,02 miliar.
“Pencapaian ini merupakan buah kerja keras seluruh insan perusahaan, sekaligus menjadi modal untuk melangkah lebih jauh,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja finansial, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya percepatan swasembada garam.
Sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025, PT Garam berkomitmen mendukung percepatan swasembada garam nasional tahun 2027 melalui penguatan kapasitas produksi, pengembangan industri hilir, serta perluasan kawasan produksi garam nasional.(Read-One)
Penulis : Read-One
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Sekper PTGaram













