SUMENEP –GemparData.com,- Selangkah maju dengan kepalan tangan untuk meraih mimpi. Di antara senggang waktu dan senda tawa putri dari bapak Wagiyanto ini, terselip kisah tentang tekad yang tumbuh diam-diam menjulang setinggi langit.
Terukir sebuah Nama Septianis Putri Handayani. Perempuan muda kelahiran Desa Kalianget Timur , 24 September 2014 ini memiliki keberanian yang teruji di gelanggang Madura Raya.
Siswi yang saat ini masih duduk dibangku kelas VII SMP Negeri 2 Kalianget sukses mengharumkan nama sekolah dan kedua orang tuanya dengan meraih medali Juara I di Kejuaraan Fighter Pencak Silat TRUNOJOYO NASIONAL CHAMPIONSHIP III 2026 Madura Raya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ajang Kejuaraan antar Perguruan Pencak Silat se-Madura Raya ini berlangsung di Indoor GOR UTM ( Universitas Trunojoyo Madura) Bangkalan selama dua hari, 24-25 Oktober 2026.
Capaian Septianis Putri Handayani tak sekadar prestasi kaleng.
Septianis telah menorehkan juara, ia membuktikan bahwa mimpi besar bisa lahir dari langkah kecilnya.
Perjalanan Septianis Putri Handayani bermula dari hal sederhana. Ia mengikuti jejak ayahnya ke kegiatan pencak silat.
Dari situlah ia mengenal Persaudaraan Setia Hati Karate (PSHT Cabang Kalianget yang dibimbing Abi Idrus. Dengannya, Kejuaraan Fighter Putri dimulai dengan raihan juara 1 atau medali emas.
PSHT cabang Kalianget, menjadi rumah keduanya. Di tempat ini, lebih dari sekadar latihan bela diri, ia menemukan dukungan, persahabatan dan rasa percaya diri.
Lingkungan yang hangat, dorongan dari ayah dan bunda, serta semangat dari pelatih dan teman-teman membuatnya jatuh cinta pada silat. Bukan karena ambisi berlebihan, melainkan karena merasa diterima, disemangati dan dipercaya.
“Menjadi atlet pencak silat dan membahagiakan orang tua,” ujarnya polos namun penuh keyakinan.
<span;>Di balik medali juara itu, ada perjuangan yang tak ringan. Dengan sisa tenaga dan semangat yang terus dijaga, Nindya tetap berdiri di gelanggang.
Ia melawan rasa lelah dan gugup, bersandar pada dukungan pelatih, orang tua, dan para pendukung yang tak henti memberi semangat.
Support terbesar adalah Ayah dan Bunda,” katanya mantap.
Kini, tantangan baru menantinya mempertahankan gelar dan terus berkembang.
Saat rasa ragu datang, Anis Panggilan akrabnya memilih bercerita kepada ayah dan mamanya – dua sosok yang menjadi penopang terkuat dalam setiap langkahnya. Dari merekalah ia belajar bahwa keberanian untuk bertanding saja sudah merupakan kemenangan.
Mimpinya tak berhenti di podium juara. Anis ingin kembali berlaga di kejuaraan Provinsi bahkan gelanggang nasional. Ia juga bercita-cita masuk Kedokteran melalui jalur prestasi pencak silat.
Namun, ada satu harapan tulus yang ia titipkan: agar atlet-atlet kecil seperti dirinya mendapat beasiswa, sehingga mimpi mereka tidak terhenti karena keterbatasan.
Di usia masih dini, Septianis Putri Handayani yang saat ini akan menduduki bangku SMPN 2 Kalinget telah membuktikan bahwa keberanian, dukungan keluarga, dan ketekunan bisa mengubah mimpi menjadi nyata. Dan ini baru permulaan. (*)
Penulis : Ridwan
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Anis













