JAKARTA — GemparData com,- Ageng Dendy, Sekretaris Jenderal Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) periode 2019–2024, menyoroti pentingnya konsolidasi lintas elemen pemuda untuk memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui semangat Pemuda Indonesia Raya (PEMIRA), Ageng Dendy S mendorong penyatuan gagasan, penguatan kolaborasi, dan keterlibatan aktif pemuda dalam menjawab berbagai tantangan kebangsaan. Konsolidasi pemuda dinilai penting agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi turut mengambil peran dalam menentukan arah masa depan Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemuda sebagai Penggerak Perubahan
Bagi Ageng Dendy S, pemuda bukan sekadar pewaris masa depan, melainkan bagian dari kekuatan sosial yang dapat mendorong perubahan sejak hari ini. Karena itu, ruang konsolidasi perlu dimanfaatkan untuk membangun kesadaran bersama, mempertemukan gagasan, dan memperkuat kerja sama antarelemen masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan pentingnya tradisi gerakan pemuda Indonesia yang menempatkan persatuan sebagai modal untuk menghadapi persoalan bangsa. Perbedaan pandangan dan latar belakang tidak semestinya menjadi penghalang bagi lahirnya kerja bersama untuk kepentingan masyarakat luas.
Dalam konteks pembangunan nasional, perhatian juga perlu diarahkan pada pembangunan dari desa, pemerataan ekonomi, serta penguatan potensi daerah. Langkah ini diperlukan agar kesempatan untuk berkembang dan menikmati hasil pembangunan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Konsolidasi Menuju Satu Abad Sumpah Pemuda
Perjalanan menuju satu abad Sumpah Pemuda pada 2028 menjadi momentum strategis untuk memperkuat kembali komitmen kebangsaan generasi muda. Momentum tersebut tidak cukup diperingati secara seremonial, tetapi perlu diisi dengan gagasan, gerakan, dan kontribusi nyata.
Dengan pengalaman organisasi yang dimilikinya sebagai Sekretaris Jenderal GMNI periode 2019–2024, Ageng Dendy S berada dalam tradisi gerakan mahasiswa yang lekat dengan konsolidasi, pengorganisasian, dan penguatan kesadaran kebangsaan. Dalam semangat PEMIRA, konsolidasi tersebut diarahkan untuk mempertemukan berbagai potensi pemuda demi mendukung pembangunan Indonesia.
Agenda menuju Indonesia Emas 2045 pada akhirnya membutuhkan partisipasi generasi muda yang tidak berhenti pada wacana. Penguatan sumber daya manusia, perluasan kesempatan ekonomi, dan pengembangan potensi daerah perlu menjadi bagian dari kerja bersama yang berkelanjutan.
Semangat itu dirangkum dalam pesan “Satu Tekad, Satu Langkah, Satu Indonesia.” Melalui gerakan “Bersatu, Bergerak, Berdampak untuk Indonesia Emas 2045”, konsolidasi pemuda diharapkan dapat berkembang menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan masa depan bangsa.
Penulis : By
Editor : Ridwan
Sumber Berita: Ageng













