Soegiarto Santoso: Pergantian Menkeu Harus Jadi Momentum Memperkuat Ekonomi Nusantara

- Editorial Team

Rabu, 16 September 2026 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Baru baru ini masyarakat indonesia digaduhkan dengan Pergantian Menteri Keuangan Purbaya yudhi Sadewa. Dimana reshufle tersebut harus menjadi momentum untuk menjaga kesinambungan kebijakan ekonomi dan fiskal sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

Hal itu disampaikan Soegiarto Santoso, S.E., Ketua PIMNAS GKN (Generasi Kebangkitan Nusantara), dalam wawancara pada 16 September 2026 mengenai dampak pergantian Menteri Keuangan terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

Menurut Soegiarto, pergantian pejabat merupakan bagian dari dinamika pemerintahan. Namun, perubahan kepemimpinan di Kementerian Keuangan harus diikuti kepastian arah kebijakan agar tidak menimbulkan ketidakpastian bagi masyarakat, dunia usaha, maupun pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang paling penting bukan semata-mata siapa orangnya, tetapi bagaimana kesinambungan kebijakan ekonomi dan fiskal tetap terjaga,” kata Soegiarto.

Baca Juga:  The Evolution of Jakarta: From Colonial Capital to Modern Metropolis

Ia menekankan tiga hal yang perlu menjadi perhatian Menteri Keuangan baru, yakni stabilitas, konsistensi, dan kepercayaan.

Menurutnya, pengelolaan keuangan negara harus dilakukan secara hati-hati, tetapi pada saat yang sama kebijakan fiskal harus mampu menggerakkan perekonomian dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

“Jangan sampai pergantian kepemimpinan justru menimbulkan ketidakpastian,” ujarnya.

Soegiarto juga mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia tidak boleh hanya berpusat di Jakarta. Potensi ekonomi tersebar di berbagai wilayah, mulai dari pertanian, perkebunan, pertambangan, kelautan, industri hingga pariwisata.

“Indonesia bukan hanya Jakarta. Kita punya begitu banyak daerah dengan karakter dan potensi ekonomi yang berbeda-beda,” katanya.

Baca Juga:  The Art of Public Speaking: Tips and Techniques for Delivering a Powerful Presentation

Karena itu, ia mendorong perubahan cara pandang terhadap pembangunan daerah. Daerah tidak seharusnya hanya menjadi penerima pembangunan, tetapi perlu didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Dukungan pemerintah pusat, menurut dia, dapat diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, konektivitas, serta kebijakan fiskal yang memberi ruang bagi potensi ekonomi daerah untuk berkembang.

“Jangan sampai pembangunan hanya terkonsentrasi di pusat. Kekuatan Nusantara justru akan semakin besar kalau pusat dan daerah tumbuh bersama,” ujarnya.

Soegiarto menilai keberhasilan kebijakan fiskal tidak cukup diukur dari sisi penerimaan dan belanja negara. Yang tidak kalah penting adalah sejauh mana kebijakan tersebut berdampak terhadap kehidupan masyarakat dan aktivitas ekonomi di daerah.

Baca Juga:  Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Ia juga menekankan pentingnya memastikan kekayaan dan potensi daerah memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat setempat.

“Kalau kita bicara Nusantara, maka kita bicara Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” katanya.

Menurutnya, pemerataan harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional, bukan sekadar slogan.

“Jadikan pergantian ini sebagai momentum untuk memperkuat, bukan sekadar mengganti,” tegas Soegiarto.

Ia berharap pemerintah mampu membangun kebijakan jangka panjang yang memperkuat sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Kalau pusat kuat, daerah juga harus kuat. Kalau daerah tumbuh, Indonesia secara keseluruhan akan semakin kuat. Itu yang harus kita jaga bersama,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Soegiarto

Editor : Redaksi

Sumber Berita: https://gempardata.com/

Follow WhatsApp Channel gempardata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Peredaran Okerbaya, 60 Pil Berlogo ” Y ” Diamankan
KSOP Kelas IV Kalianget Tanamkan Edukasi Maritim Terhadap Pelajar SMPN 2 Kalianget
Ekonomi AI Berkembang, Sutrisno Dorong Tata Kelola Persaingan Usaha
Potret Akrab Dalam Bingkaian Memori HUT KE – 81 TNI, Kapolsek Talango Beri Kado Nasi Tumpeng , DanPosRamil Talango ” Apresiasi “
Rangkuman Album Kapolesta Sumenep Bersama Dandim 0827 Sumenep Di HUT Ke-81 TNI 
Tingkatkan Keselamatan dan Legalitas Nelayan, KSOP Kalianget Bersinergi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan 
UMKM Pidie Genjot Program Kolaborasi GAMIES Dorong Ekonomi Rakyat Tumbuh Lebih Mandiri
Bahlil Masuk Spekulasi Wapres Pengganti Gibran, Ojol dan Sopir Truk: Kami Doakan Semoga Menjadi Wapres

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Peredaran Okerbaya, 60 Pil Berlogo ” Y ” Diamankan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:38 WIB

KSOP Kelas IV Kalianget Tanamkan Edukasi Maritim Terhadap Pelajar SMPN 2 Kalianget

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Ekonomi AI Berkembang, Sutrisno Dorong Tata Kelola Persaingan Usaha

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Rangkuman Album Kapolesta Sumenep Bersama Dandim 0827 Sumenep Di HUT Ke-81 TNI 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:24 WIB

Tingkatkan Keselamatan dan Legalitas Nelayan, KSOP Kalianget Bersinergi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan 

Berita Terbaru