BERANIKAH SELURUH PENEGAK HUKUM PERIKSA HARTA SEMUA PEJABAT? UJI NYATA KOMITMEN PEMBERANTASAN KORUPSI

- Editorial Team

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

By : Dr. Suriyanto.Pd.,SH.,MH.,Mkn

Praktisi Hukum/Akademisi/Ketum PWRI

Komitmen pemberantasan korupsi kembali diuji. Pertanyaannya sederhana: Beranikah seluruh aparat penegak hukum di Indonesia menelusuri harta kekayaan seluruh pejabat, dari pusat hingga daerah? Hal ini menjadi uijan nyata bagi komitmen pemberantasan korupsi yang menyengsarakan negara dan rakyat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden Prabowo Subianto berulang kali menegaskan dalam pidatonya: negara harus berani memberantas korupsi dan mafia hitam. Tidak ada kompromi. Tidak ada tebang pilih. Pesan itu disambut tepuk tangan oleh rakyat Indonesia dan menjadi harapan besar bagi kita semua.

Tapi kenyataan di lapangan, rakyat masih bertanya: kapan komitmen itu benar-benar dijalankan secara menyeluruh? Bukan hanya OTT yang viral, bukan hanya kasus yang ramai di media, tapi audit total terhadap seluruh penyelenggara negara. Pertanyaannya beranikah?

Data KPK mencatat, setiap tahun ada ribuan pejabat wajib lapor LHKPN. Tapi berapa banyak yang benar-benar ditelusuri kebenaran dan kewajarannya? Atas harta kekayaan para pejabat yang dilaporkan. Di sinilah letak ujian keberanian seluruh unsur penegak hukum.

Baca Juga:  KAPOLRESTA SUMENEP PIMPIN  SERTIJAB PEJABAT UTAMA DAN KAPOLSEK " JAGA INTEGRITAS, PROFESIONALISME DAN DEDIKASI "

Jika hukum ingin benar-benar ditegakkan demi kemajuan bangsa, maka tidak boleh ada “zona aman”. Dari mulai Pejabat pusat, gubernur, bupati, walikota, kepala dinas, hingga lurah yang mengelola uang rakyat harus diperiksa dengan cara yang sama.

Prinsipnya tetap mengacu kepda equality before the law. Di mata hukum semua orang sama. Rakyat kecil bisa diproses karena korupsi bansos 2 juta. Kenapa pejabat dengan aset miliaran yang tidak wajar bisa lolos hanya karena tidak “sedang viral”?

Rakyat tidak minta tebang pilih. Rakyat minta pemerataan hukum. Hari ini yang ditangkap karena suka-tidak suka, besok yang aman karena dekat kekuasaan. Pola seperti ini yang membuat kepercayaan publik terkikis.

Padahal instrumennya sudah ada. Ada KPK, ada PPATK, ada BPK, ada Kejaksaan, ada Polri. Ada UU Tipikor, ada UU TPPU. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian politik dan keberanian institusional untuk menggunakan semua instrumen itu secara serentak.

Baca Juga:  Indonesia Mau Seperti Kuba? Sekolah SD Hingga S3 Gratis Itu Bisa, Asal Negara Berhenti Berbohong

Menelusuri harta bukan berarti menuduh. Hal Ini menjadi bagian penting dalam pencegahan. Pejabat yang jujur tidak perlu takut. Justru dengan pemeriksaan menyeluruh, pejabat bersih akan terbukti bersih dan mendapat perlindungan negara.

Bayangkan jika dalam 100 hari ke depan, PPATK dan KPK mengumumkan hasil penelusuran harta seluruh pejabat eselon I dan kepala daerah. Rakyat akan melihat: negara ini benar serius dalam menjalankan pemberantasan korupsi.

Sebaliknya, jika hanya kasus kecil yang dikejar sementara “gajah-gajah” dibiarkan, maka narasi “hukum tajam ke bawah tumpul ke atas” akan terus hidup. Dan itu merugikan wibawa negara dan pemerintah.

Korupsi adalah kejahatan luar biasa. Dampaknya bukan hanya uang negara hilang. Tapi sekolah tidak jadi dibangun, rumah sakit kekurangan obat, jalan rusak, dan 280 juta rakyat menanggung akibatnya.

Karena itu, menelusuri harta pejabat bukan pelanggaran HAM. Ini justru upaya menegakkan HAM paling dasar: hak rakyat atas kesejahteraan yang dirampas oleh para oknum pejabat yang korupsi uang rakyat.

Baca Juga:  Amankan 102 Botol, Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Peredaran Miras

Presiden sudah memberi komando di depan. Tinggal bagaimana eksekusinya di lapangan. Penegak hukum punya momentum sejarah. Didukung presiden, didukung rakyat.

Rakyat pasti mendukung. Lihat saja setiap ada OTT, media sosial penuh dukungan. Artinya publik haus keadilan. Beri mereka keadilan yang merata, bukan keadilan musiman.

“Tantangannya besar. Pasti ada tekanan. Pasti ada yang bilang “nanti gaduh”. Tapi bukankah memberantas mafia memang harus gaduh dulu baru bersih”?

Jika hari ini kita tidak berani, kapan lagi? Jika bukan kita yang mulai, siapa lagi? 15 tahun RUU Perampasan Aset mangkrak karena tidak ada yang berani memulai. Jangan sampai penelusuran harta pejabat juga bernasib sama.

Pertanyaanya adalah: Beranikah? Jawabannya harus berani. Karena hanya dengan keberanian itulah hukum ditegakkan, korupsi diputus mata rantainya, dan rakyat percaya lagi bahwa negara ini milik kita semua, bukan milik segelintir orang.

Facebook Comments Box

Penulis : Dr. Suriyanto.Pd.,SH.,MH.,Mkn

Editor : Redaksi

Sumber Berita: gempardata.com

Follow WhatsApp Channel gempardata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Peredaran Okerbaya, 60 Pil Berlogo ” Y ” Diamankan
KSOP Kelas IV Kalianget Tanamkan Edukasi Maritim Terhadap Pelajar SMPN 2 Kalianget
Siswa Siswi SMP Negeri 2 Kalianget, Antusias ikuti Sosialisasi Keselamatan Dan Keamanan Pelayaran
Ekonomi AI Berkembang, Sutrisno Dorong Tata Kelola Persaingan Usaha
Beauty Class Superskin Tuban Pecah! Ibu-Ibu hingga Gen Z Antusias Belajar Rawat Kulit dan Makeup
Potret Akrab Dalam Bingkaian Memori HUT KE – 81 TNI, Kapolsek Talango Beri Kado Nasi Tumpeng , DanPosRamil Talango ” Apresiasi “
Rangkuman Album Kapolesta Sumenep Bersama Dandim 0827 Sumenep Di HUT Ke-81 TNI 
Guyub Rukun! Warga Desa Ngabetan Cerme Gelar Slametan Sedekah Bumi dan Wayang Kulit

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Peredaran Okerbaya, 60 Pil Berlogo ” Y ” Diamankan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:38 WIB

KSOP Kelas IV Kalianget Tanamkan Edukasi Maritim Terhadap Pelajar SMPN 2 Kalianget

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

Siswa Siswi SMP Negeri 2 Kalianget, Antusias ikuti Sosialisasi Keselamatan Dan Keamanan Pelayaran

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Ekonomi AI Berkembang, Sutrisno Dorong Tata Kelola Persaingan Usaha

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Beauty Class Superskin Tuban Pecah! Ibu-Ibu hingga Gen Z Antusias Belajar Rawat Kulit dan Makeup

Berita Terbaru