70 Siswa SMPN Kabuh Jombang Dilarikan ke Puskesmas, Usai Santap MBG

- Editorial Team

Kamis, 3 September 2026 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jombang-GemparData.com — Kabupaten Jombang saat ini dirundung kekecewaan dari sejumlah wali murid dan para guru SMPN Kabuh

Sebanyak 70 siswa saat ini menjalani pemeriksaan di Puskesmas Kabuh Kabupaten Jombang usai mendapati keluhan kesehatan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG).

lima siswa diantaranya masih menjalani rawat inap untuk mendapatkan pemantauan medis. Sementara siswa lainnya telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan sebagaiamana dikutip dari penulis media Kabar terdepan.com , Karimatul Maslahah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala SMPN Kabuh, Suprihadiono, mengatakan jumlah siswa yang mengalami keluhan sebenarnya masih dalam proses pendataan. Namun, berdasarkan informasi sementara, terdapat sedikitnya 50 siswa yang mengalami diare.

“Belum dihitung nanti jumlahnya, ada 50-an paling enggak. Mungkin hanya diare-diare. Diare mencret,” ujarnya, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga:  UNTUK PENYETARAAN PENDIDIKAN INDONESIA, SAATNYA KEMENTRIAN PENDIDIKAN HARUS MILIKI SATELIT SENDIRI

Menurut Suprihadiono, para siswa tersebut mengalami keluhan setelah menyantap MBG yang dibagikan pada Rabu (2/9/2026). Salah satu menu dalam paket tersebut adalah udang.

“Makannya kemarin. Menunya udang,” katanya.

Suprihadiono menambahkan, penanganan terhadap siswa yang mengalami keluhan telah dilakukan. Pihak sekolah juga berkoordinasi dengan pihak penyedia MBG atau SPPG serta fasilitas kesehatan.

“Sudah ditangani sama SPPG. Dihubungi klinik-klinik, dibawa ke puskesmas, koordinasi dengan puskesmas,” jelasnya.

 

Siswa SMPN Kabuh Alami Diare

Salah satu siswi SMPN Kabuh, Azura, mengaku mulai merasakan sakit perut, begah, pusing, dan mual setelah pulang sekolah dan menyantap MBG.

“Perut rasanya sakit, begah juga, terus pusing dan mual, dari kemarin pulang sekolah setelah makan MBG udang, isinya udang, tahu, sayur sawi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Polda Jatim Perkuat Kemitraan dan Komunikasi Dalam Acara Ngopi Bareng Bersama Awak Media

Azura juga mengaku mencium aroma yang kurang sedap dari menu udang tersebut.

“Baunya gak enak udangnya,” katanya.

Menurut Azura, keluhan serupa juga dialami sejumlah teman sekelasnya. Sedikitnya enam siswa dalam satu kelas disebut mengalami gejala yang sama, terutama diare.

“Yang sekelas ada 6, semuanya merasakan hal sama, diare,” ujarnya.

Sementara itu, Dokter Puskesmas Kabuh, dr. Aditya Bimantara, mengatakan keluhan yang dialami para siswa didominasi diare, kram atau mulas pada perut, serta nyeri lambung.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, gejala yang dialami para siswa mengarah pada dugaan keracunan.

“Keluhannya didominasi diare, perut mulas dan melilit, serta nyeri lambung. Berdasarkan pemeriksaan sementara, kemungkinan mengarah pada keracunan,” ujarnya.

Dugaan tersebut berkaitan dengan menu MBG yang dikonsumsi para siswa sehari sebelumnya. Aditya menyebut sejumlah siswa mengaku bahwa makanan yang memiliki rasa atau aroma kurang sedap adalah udang.

Baca Juga:  Kapolresta Sumenep Pimpin Apel HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-71, Tekankan Pelayanan Humanis dan Kamseltibcarlantas

“Beberapa siswa sempat saya tanyai mengenai makanan yang rasanya tidak enak atau aromanya kurang sedap. Sebagian besar menyebut udang,” katanya.

Kendati demikian, Aditya menegaskan pihaknya belum dapat memastikan menu udang menjadi penyebab keluhan kesehatan yang dialami puluhan siswa.

“Untuk sementara, kemungkinan mengarah pada udang,” lanjutnya.

Meski demikian, hingga kini tidak ada siswa yang harus dirujuk ke rumah sakit. Siswa lainnya telah mendapatkan obat dan penanganan awal sebelum diperbolehkan pulang.

“Tidak ada, alhamdulillah. Beberapa siswa sudah kami pulangkan setelah mendapatkan obat dan penanganan awal,” pungkas Aditya.(*)

Facebook Comments Box

Penulis : Ridwan

Editor : Redaksi

Sumber Berita: gempardata.com

Follow WhatsApp Channel gempardata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desak Konfercab, 6 Komisariat GMNI Ambon: Jangan Biarkan Organisasi Stagnan
Ketua GKN Soegiarto Santoso: Transfer Antarbank Tidak Otomatis Kena PPN, Masyarakat Jangan Panik
Basori : Aktivis Sumenep Soroti PUTR, Jalan Raya Campaka–Ganding Rusak Parah: Jangan Tunggu Korban!
Siapa Bermain di Balik Isu Dasco Jadi Cawapres? Pasek: Ini Power Game!
JAPAI GERUDUK MAPOLDA JATIM, DEMI KEADILAN, BUKAN DEMI EGO INSTITUSI PENYIDIK
Isu Dasco Jadi Cawapres Disorot, Pengalihan Perhatian dari Dugaan Penyadapan Presiden Dipertanyakan
Skandal Penyadapan Presiden, Fredi Moses: Teknologi Tak Boleh Melampaui Hukum
Tinjau Lokasi Tambang MBLB, Satreskrim Polresta Sumenep Bersama Instansi Terkait, Imbau Penambang Patuhi Perizinan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:46 WIB

Desak Konfercab, 6 Komisariat GMNI Ambon: Jangan Biarkan Organisasi Stagnan

Jumat, 6 November 2026 - 16:00 WIB

Ketua GKN Soegiarto Santoso: Transfer Antarbank Tidak Otomatis Kena PPN, Masyarakat Jangan Panik

Jumat, 6 November 2026 - 09:13 WIB

Basori : Aktivis Sumenep Soroti PUTR, Jalan Raya Campaka–Ganding Rusak Parah: Jangan Tunggu Korban!

Jumat, 6 November 2026 - 08:58 WIB

Siapa Bermain di Balik Isu Dasco Jadi Cawapres? Pasek: Ini Power Game!

Kamis, 5 November 2026 - 13:26 WIB

JAPAI GERUDUK MAPOLDA JATIM, DEMI KEADILAN, BUKAN DEMI EGO INSTITUSI PENYIDIK

Berita Terbaru