KANTOR KECAMATAN PADALARANG, TERHIMPIT DUA KDMP , INI PERENCANAAN ATAU PERMAINAN?

- Editorial Team

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

By : Dr. Suriyanto.Pd.,SH.,MH.,Mkn
Praktisi Hukum/Akdemisi/Ketum PWRI

Bandung- gempardata.com/,- Fenomena Klasik dan aneh terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Tepatnya di Kantor Kecamatan Padalarang, KBB, Jawa Barat. Kantor negara itu sekarang "dijepit" oleh dua gedung Koperasi Desa Merah Putih program mulia untuk rakyat desa.

Kedua bangunan KDMP tersebut lokasinya di Kampung Sodong, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang. Jaraknya sangat dekat. Berdempetan dengan kantor camat. Seolah tidak ada lahan lain di seluruh Padalarang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KDMP – Koperasi Desa Merah Putih – adalah program Presiden Prabowo yang mulia. Tujuannya: memotong mafia pangan, menstabilkan harga, dan menguatkan ekonomi rakyat desa.

Tapi pertanyaannya: untuk apa membangun 2 gedung KDMP yang lokasinya saling berdekatan diantara kentor camat, bahkan menempel di halaman Kantor Camat Padalarang? Ini efisiensi atau pemborosan atau ingin merusak program Presiden?

Baca Juga:  Guruh Soekarnoputra Berpulang, Nusantara Kehilangan Penjaga Jiwa Kebudayaan

Logika perencanaan paling mendasar adalah: 1 kecamatan, pemetaannya jelas. 1 desa, 1 KDMP. Jangkauannya merata ke seluruh perkampungan. Lha ini malah 2 gedung numpuk di Kampung Sodong, Desa Cipeundeuy saja.

Bagaimana dengan desa dan kampung lain di Kecamatan Padalarang? Apakah mereka tidak butuh KDMP? Atau memang dari awal tidak ada perencanaan sama sekali?

Keanehan ini belum selesai. Ada informasi yang beredar, ada juga bahwa salah satu Gedung KDMP justru dibangun di atas gunung. Jauh dari keramaian, jauh dari akses warga, jauh dari pasar.

KDMP di atas gunung? Untuk siapa? Truk sembako mau naik bagaimana? Warga mau belanja bagaimana? Ini koperasi untuk rakyat, atau monumen di puncak?

Kalau benar dibangun tanpa studi kelayakan, tanpa pemetaan, tanpa dengar aspirasi warga, maka ini bukan KDMP. Ini proyek asal jadi.

Baca Juga:  Polsek Sapudi Polresta Sumenep Salurkan 3.600 Liter Air Bersih untuk 440 KK Terdampak Kekeringan

Dan yang paling berbahaya: ini sama saja merusak program Presiden. Membuat rakyat bertanya, "Apakah program KDMP ini benar untuk kami, atau hanya untuk habiskan anggaran?"

Pola ini kita kenal. Proyek dibagi-bagi. Lokasi dipilih karena kedekatan, bukan kebutuhan. Yang untung segelintir orang. Yang rugi rakyat Padalarang.

Padahal di desa lain, warga masih jalan jauh untuk ke koperasi. Di Padalarang, ada pula dua gedung justru berebut di satu titik: hanya bersebelahan dengan Kantor Camat, dibangun dua Gedung KDMP.

Ini preseden buruk untuk seluruh KBB. Kalau dibiarkan, KDMP akan dicap sebagai "program proyek" bukan "program rakyat". Nama baik Presiden ikut tercoreng, hal ini harus ditindak tegas oleh pemerintah pusat.

Baca Juga:  Merajut Dalam Bingkai " Harmoni Nada Kids Concert ", Aksi Drumband SDN Pangarangan V Wujud Kreativitas Anak Bangsa

Karena itu kami tuntut: PERIKSA TUNTAS. Periksa penyelenggara KDMP Kecamatan Padalarang. Periksa tim perencana di Kabupaten Bandung Barat. Periksa juga penyelenggara yang di pusat, siapa yang bermain.

Audit lokasinya di Kampung Sodong. Audit juga KDMP yang dibangun di atas gunung itu yang ramai dipeerbincangkan oleh warganet. Audit anggarannya. Audit siapa kontraktornya, siapa pengurusnya.

Cocokkan dengan Juknis Kemenkop. Kalau menyimpang, copot. Kalau ada unsur korupsi dan pemborosan, proses hukum. Jangan kasih ampun.

Kantor Camat Padalarang bukan tempat mangkal proyek. KDMP bukan untuk pajangan. Ini soal perut rakyat Desa Cipeundeuy dan seluruh KBB. Presiden sudah kasih komando. Jangan dikotori oleh kerja ngasal. Benahi sekarang, sebelum kepercayaan rakyat habis.

Facebook Comments Box

Penulis : Dr. Suriyanto.Pd.,SH.,MH.,Mkn

Editor : Redaksi

Sumber Berita: gempardata.com

Follow WhatsApp Channel gempardata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aman, 235 Penumpang KM Sabuk Nusantara 91, Gegara Insiden Kebakaran Diatas Kapal, Begini Kata Kepala KSOP Kelas IV Kalianget 
Ageng Dendy Dorong Konsolidasi Pemuda, Satukan Langkah Menuju Indonesia Emas 2045
Sehari Menjelang Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Sumenep Dapat Dua Kado Istimewa
PA GMNI Perkuat Wacana Kebangsaan, Pramono Anung Dijadwalkan Berorasi Hari Ini
Soekarwo: Indonesia Emas 2045 Butuh Kepemimpinan Berintegritas dan Supremasi Hukum
Beasiswa OAP Terlambat, Mahasiswa Terancam Molor Kuliah
Istiqomah, LSM GMBI Distrik Gresik Gelar Santunan Rutin Yatim dan Dhuafa
Dugaan Permintaan Uang Rp100 Juta Dalam Penanganan Perkara Narkotika, Polresta Sumenep Sikapi Pengaduan Dengan Serius

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Aman, 235 Penumpang KM Sabuk Nusantara 91, Gegara Insiden Kebakaran Diatas Kapal, Begini Kata Kepala KSOP Kelas IV Kalianget 

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Ageng Dendy Dorong Konsolidasi Pemuda, Satukan Langkah Menuju Indonesia Emas 2045

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Sehari Menjelang Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Sumenep Dapat Dua Kado Istimewa

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:28 WIB

PA GMNI Perkuat Wacana Kebangsaan, Pramono Anung Dijadwalkan Berorasi Hari Ini

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:20 WIB

Soekarwo: Indonesia Emas 2045 Butuh Kepemimpinan Berintegritas dan Supremasi Hukum

Berita Terbaru