Sumenep-GemparData.com,- Edukasi maritim sebuah proses pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat mengenai potensi, pengelolaan, serta pelestarian sektor kelautan.
Hal ini Sebagai upaya strategis dalam menumbuhkan kesadaran dan budaya keselamatan transportasi laut di masyarakat pesisir dan kepulauan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Edukasi Keselamatan Pelayaran Sejak Dini”. Program edukasi maritim ini secara khusus menyasar para pelajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kalianget.
Acara yang berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme tersebut dipusatkan di halaman utama SMPN 2 Kalianget. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMPN 2 Kalianget, Hj. Siti Mariani, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau sangat mengapresiasi langkah proaktif KSOP Kalianget yang telah memberikan pembekalan vital bagi para siswanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemilihan SMPN 2 Kalianget sebagai target sasaran sosialisasi bukanlah tanpa alasan. Rombongan KSOP Kelas IV Kalianget yang dipimpin langsung oleh Ibu Lilik Verawati, S.E. melihat tingginya urgensi edukasi maritim di sekolah tersebut. Hal ini dikarenakan tidak sedikit siswa-siswi SMPN 2 Kalianget yang merupakan anak kepulauan dan berasal dari wilayah seperti Pulau Sapudi, Raas, Sapeken, hingga Masalembu. Karena sangat bergantung pada moda transportasi laut untuk mobilitas antar pulau, edukasi ini menjadi sangat relevan dan krusial bagi kehidupan mereka.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Lilik Verawati yang mewakili KSOP Kalianget turut memberikan sambutan sekaligus amanat penting kepada seluruh peserta. Beliau berpesan dengan tegas agar setiap siswa-siswi dapat memahami dengan baik dan senantiasa mengikuti aturan keselamatan pelayaran yang berlaku saat berada di atas kapal. Harapannya, dengan pemahaman yang matang sejak dini, para pelajar ini mampu menjaga diri sendiri dan bahkan menjadi pelopor keselamatan bagi penumpang lain.
Pada kegiatan sosialisasi ini, tim pemateri dari KSOP merancang metode penyampaian yang interaktif, lugas, dan mudah dimengerti oleh kalangan remaja. Materi diawali dengan pengenalan wawasan kebaharian, di mana para siswa diperkenalkan dengan berbagai nama pelabuhan yang beroperasi di wilayah Kalianget beserta fungsi spesifiknya dalam mendukung pergerakan roda transportasi dan ekonomi masyarakat kepulauan.
Guna memberikan pemahaman yang lebih komprehensif, para siswa disuguhkan tayangan video simulasi penanganan kondisi darurat di laut. Tayangan tersebut memperlihatkan prosedur penanganan Man Overboard (MOB) atau tindakan darurat saat ada penumpang yang terjatuh ke laut, serta drill (simulasi) penanganan kebakaran ketika kapal sedang berlayar.
Tidak hanya mengandalkan teori dan video, rombongan KSOP Kalianget juga membawa langsung berbagai alat keselamatan kapal ke tengah-tengah siswa untuk diperkenalkan. Tim KSOP menunjukkan seperangkat perlengkapan darurat standar pelayaran, mulai dari life jacket (jaket pelampung) dan life buoy (ban pelampung), hingga alat-alat krusial lainnya seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hand flare (suar tangan), dan smoke signal (isyarat asap). Para siswa diberikan penjelasan detail mengenai fungsi vital dari masing-masing alat tersebut ketika kapal menghadapi situasi darurat yang sesungguhnya.
Puncak kemeriahan sosialisasi terlihat pada sesi praktik lapangan. Beberapa perwakilan siswa dan siswi SMPN 2 Kalianget diminta maju ke depan untuk mempraktikkan langsung tata cara pemakaian life jacket dan life buoy yang benar. Di bawah panduan petugas, para siswa diajarkan cara mengaitkan tali dengan aman agar alat tersebut dapat berfungsi maksimal menjaga tubuh tetap mengapung di atas air.
Rangkaian acara sosialisasi ini kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab dua arah yang berlangsung sangat interaktif. Para pelajar kepulauan ini menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dengan melontarkan berbagai pertanyaan seputar regulasi pelayaran dan tindakan penyelamatan. Tim KSOP Kalianget dengan sabar dan informatif menjawab setiap pertanyaan, sehingga menghapus keraguan para siswa mengenai pentingnya prosedur keselamatan laut.
Melalui program edukasi ini, KSOP Kelas IV Kalianget berharap dapat mencetak generasi maritim yang cerdas, peduli, dan waspada. Kesadaran akan keselamatan pelayaran diharapkan bukan lagi sekadar kewajiban operator kapal, melainkan telah menjadi budaya yang melekat pada setiap penumpang demi terwujudnya visi Zero Accident di lautan.
Penulis : Ridwan
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Humas KSOP kelas IV Kalianget











