Serap 1.000 Ton Tembakau, Bos HM Hargai Tembakau Gunung Capai Rp72 Ribu per Kilogram

- Redaksi

Kamis, 20 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Musim jual tembakau telah tiba. Antrian pick up membawa muatan tembakau di jalan raya Lenteng terutama di depan gudang Pengusaha rokok lokal Sumenep , Haji Mukmin atau yang akrab disapa Bos HM.

Hari ini, Kamis, 21 – Agustus – 2026, launching gudang pembelian tembakau di Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep.

Dalam paparannya, Bos HM menargetkan mampu menyerap hingga 1.000 ton tembakau dari petani Madura. Pembukaan gudang tersebut menjadi salah satu upaya untuk menyerap hasil panen sekaligus membantu menjaga stabilitas harga tembakau di tingkat petani tahun ini, tuturnya.

“Rencana kita beli seribu ton,” ujar Haji Mukmin saat ditemui di gudang pembelian tembakau di Desa Daramista.

Menurutnya, pembelian tembakau dilakukan dengan sistem konsorsium yang melibatkan sejumlah pihak. Sehingga, modal pembelian tidak hanya bersumber dari dana pribadi.

Baca Juga:  Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix

Dibandingkan tahun sebelumnya, penyerapan tembakau tahun ini diperkirakan mengalami peningkatan. Namun, Bos HM mengakui masih banyak tembakau yang masuk dalam kondisi terlalu muda.

Menurutnya, tembakau yang dipetik terlalu dini memiliki kualitas kurang baik sehingga harga pembeliannya tidak bisa maksimal. Karena itu, petani dan para penebas diminta tidak terburu-buru memanen tembakau sebelum mencapai umur yang cukup.

Bos HM menjelaskan, harga tembakau sangat bergantung pada kualitas dan asal lahan. Untuk tembakau sawahan, harga pembelian mulai sekitar Rp50 ribu per kilogram.

Sementara tembakau tegalan berada di kisaran Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram. Sedangkan tembakau gunung dan tegalan gunung berada pada kisaran Rp60 ribu hingga Rp72 ribu per kilogram, tergantung kualitas tembakau.

“Yang tegalan dari Rp50 ribu sampai Rp60 ribu. Gunung sama tegalan gunung dari Rp60 ribu sampai Rp72 ribu,” jelasnya.

Baca Juga:  Geger, Penemuan Mayat Dibawah Jembatan Resogati, Satreskrim Polres Madiun Kota Melakukan Rangakaian Penyelidikan

Menurut Bos HM, tembakau dari sejumlah daerah di Madura, termasuk Sampang, masuk dalam kategori pembelian. Namun, kualitas dan asal lahan tetap menjadi pertimbangan dalam menentukan harga.

Ia menegaskan, pihaknya berupaya menjaga harga pembelian agar tetap memberikan nilai yang layak bagi petani. Penentuan harga juga mempertimbangkan biaya produksi yang telah dikeluarkan petani selama musim tanam.

“Kita itu cuma menstabilkan harga saja dari awal sampai akhir,” katanya.

Selain kualitas daun, faktor cuaca juga menjadi perhatian. Hujan yang turun saat tembakau memasuki masa panen maupun proses pengolahan dapat menyebabkan kualitas daun menurun.

Karena itu, Bos HM mengimbau pada petani para tengkulak dan pengepul agar tidak memetik tembakau yang masih muda. Menurutnya, tembakau muda memiliki kualitas rendah dan berpotensi merugikan petani karena berat maupun mutunya tidak maksimal.

Baca Juga:  Beyond Reality: Exploring the Future of Gaming with Virtual Reality Technology

“Jangan sampai dipetik muda. Karena pabrik besar seperti Sampoerna, Djarum, Gudang Garam sampai hari ini belum beli. Jadi untuk apa buru-buru petik muda yang nanti beratnya akan kurang, sangat merugikan petani,” tegasnya.

Bos HM juga berharap pabrik-pabrik rokok besar segera membuka pembelian tembakau sehingga hasil panen petani Madura dapat terserap secara maksimal.

“Teman-teman media bisa menanyakan kepada pabrik-pabrik besar, kapan mereka buka. Tembakau kita sudah banyak, sudah banyak yang panen. Harus dibeli untuk penyerapan petani,” ujarnya.

Dengan target penyerapan mencapai 1.000 ton, Bos HM memastikan gudang pembelian di Desa Daramista akan terus beroperasi selama tembakau petani masih tersedia.Bos HM melakukan Langkah preventif  agar dapat memberikan alternatif pasar bagi petani sekaligus membantu menjaga stabilitas harga tembakau Madura pada musim panen 2026.

Facebook Comments Box

Penulis : Ridwan

Editor : Redaksi

Sumber Berita: gempardata.com

Follow WhatsApp Channel gempardata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MEMBUKA MATA PUBLIK: RAKYAT DIPERAS PAJAK, SDA DIKERUK ASING: INI NEGARA UNTUK SIAPA?
Polresta Sumenep Dorong Generasi Muda Melek Teknologi melalui Sosialisasi Edukasi Paham AI 
51 Botol Arak Tanpa Merek, Sat Samapta Polresta Sumenep Amankan Barang Bukti 
HUT RI KE-81, Ada Makna Dibalik Papan Bidak Catur, Begini Kata lurah Kepanjin Sumenep
KANTOR KECAMATAN PADALARANG, TERHIMPIT DUA KDMP , INI PERENCANAAN ATAU PERMAINAN?
Geger, Penemuan Mayat Dibawah Jembatan Resogati, Satreskrim Polres Madiun Kota Melakukan Rangakaian Penyelidikan
Ketua PWRI JATIM, Soroti Pengendara Motor Dibawah Umur , Motorik Anak Gampang Terdistraksi
Dialog Interaktif Pengurusan PNPB, SATLANTAS POLRESTA SUMENEP Bersama BAPENDA SUMENEP
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:38 WIB

MEMBUKA MATA PUBLIK: RAKYAT DIPERAS PAJAK, SDA DIKERUK ASING: INI NEGARA UNTUK SIAPA?

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Serap 1.000 Ton Tembakau, Bos HM Hargai Tembakau Gunung Capai Rp72 Ribu per Kilogram

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:42 WIB

Polresta Sumenep Dorong Generasi Muda Melek Teknologi melalui Sosialisasi Edukasi Paham AI 

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:31 WIB

51 Botol Arak Tanpa Merek, Sat Samapta Polresta Sumenep Amankan Barang Bukti 

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:52 WIB

HUT RI KE-81, Ada Makna Dibalik Papan Bidak Catur, Begini Kata lurah Kepanjin Sumenep

Berita Terbaru