Serap 1.000 Ton Tembakau, Bos HM Hargai Tembakau Gunung Capai Rp72 Ribu per Kilogram

- Editorial Team

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Musim jual tembakau telah tiba. Antrian pick up membawa muatan tembakau di jalan raya Lenteng terutama di depan gudang Pengusaha rokok lokal Sumenep , Haji Mukmin atau yang akrab disapa Bos HM.

Hari ini, Kamis, 21 – Agustus – 2026, launching gudang pembelian tembakau di Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep.

Dalam paparannya, Bos HM menargetkan mampu menyerap hingga 1.000 ton tembakau dari petani Madura. Pembukaan gudang tersebut menjadi salah satu upaya untuk menyerap hasil panen sekaligus membantu menjaga stabilitas harga tembakau di tingkat petani tahun ini, tuturnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rencana kita beli seribu ton,” ujar Haji Mukmin saat ditemui di gudang pembelian tembakau di Desa Daramista.

Menurutnya, pembelian tembakau dilakukan dengan sistem konsorsium yang melibatkan sejumlah pihak. Sehingga, modal pembelian tidak hanya bersumber dari dana pribadi.

Baca Juga:  UMKM Pidie Genjot Program Kolaborasi GAMIES Dorong Ekonomi Rakyat Tumbuh Lebih Mandiri

Dibandingkan tahun sebelumnya, penyerapan tembakau tahun ini diperkirakan mengalami peningkatan. Namun, Bos HM mengakui masih banyak tembakau yang masuk dalam kondisi terlalu muda.

Menurutnya, tembakau yang dipetik terlalu dini memiliki kualitas kurang baik sehingga harga pembeliannya tidak bisa maksimal. Karena itu, petani dan para penebas diminta tidak terburu-buru memanen tembakau sebelum mencapai umur yang cukup.

Bos HM menjelaskan, harga tembakau sangat bergantung pada kualitas dan asal lahan. Untuk tembakau sawahan, harga pembelian mulai sekitar Rp50 ribu per kilogram.

Sementara tembakau tegalan berada di kisaran Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram. Sedangkan tembakau gunung dan tegalan gunung berada pada kisaran Rp60 ribu hingga Rp72 ribu per kilogram, tergantung kualitas tembakau.

“Yang tegalan dari Rp50 ribu sampai Rp60 ribu. Gunung sama tegalan gunung dari Rp60 ribu sampai Rp72 ribu,” jelasnya.

Baca Juga:  Exploring Bandung's Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

Menurut Bos HM, tembakau dari sejumlah daerah di Madura, termasuk Sampang, masuk dalam kategori pembelian. Namun, kualitas dan asal lahan tetap menjadi pertimbangan dalam menentukan harga.

Ia menegaskan, pihaknya berupaya menjaga harga pembelian agar tetap memberikan nilai yang layak bagi petani. Penentuan harga juga mempertimbangkan biaya produksi yang telah dikeluarkan petani selama musim tanam.

“Kita itu cuma menstabilkan harga saja dari awal sampai akhir,” katanya.

Selain kualitas daun, faktor cuaca juga menjadi perhatian. Hujan yang turun saat tembakau memasuki masa panen maupun proses pengolahan dapat menyebabkan kualitas daun menurun.

Karena itu, Bos HM mengimbau pada petani para tengkulak dan pengepul agar tidak memetik tembakau yang masih muda. Menurutnya, tembakau muda memiliki kualitas rendah dan berpotensi merugikan petani karena berat maupun mutunya tidak maksimal.

Baca Juga:  1000 Kampung Nelayan, Bukti Negara Hadir, Dari Pesisir Miskin Jadi Pusat Ekonomi

“Jangan sampai dipetik muda. Karena pabrik besar seperti Sampoerna, Djarum, Gudang Garam sampai hari ini belum beli. Jadi untuk apa buru-buru petik muda yang nanti beratnya akan kurang, sangat merugikan petani,” tegasnya.

Bos HM juga berharap pabrik-pabrik rokok besar segera membuka pembelian tembakau sehingga hasil panen petani Madura dapat terserap secara maksimal.

“Teman-teman media bisa menanyakan kepada pabrik-pabrik besar, kapan mereka buka. Tembakau kita sudah banyak, sudah banyak yang panen. Harus dibeli untuk penyerapan petani,” ujarnya.

Dengan target penyerapan mencapai 1.000 ton, Bos HM memastikan gudang pembelian di Desa Daramista akan terus beroperasi selama tembakau petani masih tersedia.Bos HM melakukan Langkah preventif  agar dapat memberikan alternatif pasar bagi petani sekaligus membantu menjaga stabilitas harga tembakau Madura pada musim panen 2026.

Facebook Comments Box

Penulis : Ridwan

Editor : Redaksi

Sumber Berita: gempardata.com

Follow WhatsApp Channel gempardata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aman, 235 Penumpang KM Sabuk Nusantara 91, Gegara Insiden Kebakaran Diatas Kapal, Begini Kata Kepala KSOP Kelas IV Kalianget 
Ageng Dendy Dorong Konsolidasi Pemuda, Satukan Langkah Menuju Indonesia Emas 2045
Sehari Menjelang Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Sumenep Dapat Dua Kado Istimewa
PA GMNI Perkuat Wacana Kebangsaan, Pramono Anung Dijadwalkan Berorasi Hari Ini
Soekarwo: Indonesia Emas 2045 Butuh Kepemimpinan Berintegritas dan Supremasi Hukum
Beasiswa OAP Terlambat, Mahasiswa Terancam Molor Kuliah
Istiqomah, LSM GMBI Distrik Gresik Gelar Santunan Rutin Yatim dan Dhuafa
Dugaan Permintaan Uang Rp100 Juta Dalam Penanganan Perkara Narkotika, Polresta Sumenep Sikapi Pengaduan Dengan Serius
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Aman, 235 Penumpang KM Sabuk Nusantara 91, Gegara Insiden Kebakaran Diatas Kapal, Begini Kata Kepala KSOP Kelas IV Kalianget 

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Ageng Dendy Dorong Konsolidasi Pemuda, Satukan Langkah Menuju Indonesia Emas 2045

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Sehari Menjelang Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Sumenep Dapat Dua Kado Istimewa

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:28 WIB

PA GMNI Perkuat Wacana Kebangsaan, Pramono Anung Dijadwalkan Berorasi Hari Ini

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:20 WIB

Soekarwo: Indonesia Emas 2045 Butuh Kepemimpinan Berintegritas dan Supremasi Hukum

Berita Terbaru