oleh

Warga Pertanyakan DPRD dan Pemkab Sumenep Saat Pantai di Pulau Ra’as Terancam Abrasi

SUMENEP, GemparData.Com – Dalam sepeken ini pemberitaan di laman media online terkait warga pulau raas membangun tangkis laut dengan cara bergotong royong dan merogoh kocek sendiri karena abrasi mengancam pemukiman warga. Sontak saja hal tersebut menjadi viral, Sabtu (30/1/2021).

Warga kepulauan Ra’as, Kabupaten Sumenep mempertanyakan kemana Anggota DPRD dan Pemerintah setempat saat mereka (warga) menunggu kepedulian mereka untuk ikut mengatasi terjadinya abrasi, karena terkikisnya sepanjang bibir pantai yang semakin rusak parah dan serius mengancam pemukiman warga dusun talango aeng, desa brakas.

https://gempardata.com/

Sejumlah warga Polo Talango Aeng, Kecamatan Ra’as, melakukan kegiatan kerja bakti membangun tangkis laut penahan ombak di sepanjang pantai sisi utara dan barat pulau tersebut, dengan menggunakan peralatan dan bahan seadanya.

Santoso, Tokoh Pemuda setempat kepada media ini mengatakan bahwa hari ini masyarakat berbondong kerja bakti karena khawatir ombak besar datang lagi menghantam pulau yang dihuninya.

“Di pagi hari yang barokah ini kami semua warga Dusun Polo Talango Aeng bergotong-royong mengumpulkan bebatuan karang bekas terjangan ombak besar tadi malam, dan kami pun semua bekerja sama membuat cagak dari kayu dan bahan seadanya, Semata-mata untuk menyelamatkan pulau ini dari abrasi” tuturnya.

Menurut Santoso, Warga setempat sudah pesimis untuk mengharap bantuan apapun karena suara mereka tidak pernah didengar oleh pemerintah daerah selama ini.

“Awalnya sih kami berharap agar pak bupati turut serta membantu dan mencarikan cara untuk menyelamatkan pulau terpencil ini dari abrasi, karena dalam kurun waktu ini tidak ada bantuan untuk pembangunan betton di sepanjang tepi pantai sebagai penahan gempuran ombak. Tapi sekarang kami pesimis sudah mau ngarep bantuan pemerintah karena kami sadar suara kami amatlah kecil tidak mungkin kedengaran sama bapak-bapak pejabat,” ujarnya dengan raut wajah kecewa.

Selain Santoso, Mas’awi Rois Maulana, aktivis dan sekaligus korlap kegiatan kerja bakti, sangat berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep hadir dan mendengar kebutuhan masyarakat Polo Talango Aeng.

“Apakah kita harus merelakan dan membiarkan mereka kehilangan tanahnya berpuluh-puluh Meter karena hantaman dan terjangan ombak, dan ada juga sebagian warga yang rela pindah dari tanah miliknya karena sudah terkikis oleh ombak, jadi saya berharap kepada instansi terkait agar ini betul-betul diperhatikan secara khusus karena ini menyangkut keselamatan warga setempat,” harapnya.

Sementara itu, Mashudi, aktivis Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP) Kabupaten Sumenep yang pernah investigasi langsung ke tempat kejadian pengikisan sepanjang pantai di pulau tersebut mengapresiasi giat saudra-saudaranya di Polo Talango Aeng untuk pencegahan dini.

“Saya sangat bangga dan angkat topi kepada saudara-saudara saya di Polo Talango Aeng yang telah berjuang dan berupaya melakukan pencegahan terjadinya abrasi tanpa harus berpangku tangan menunggu belas kasihan dari pemerintah kabupaten” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, jika sejujurnya semangat gotong royong seperti itu sudah lama ia rindukan. Dan kegiatan bakti yang dilakukan warga setempat merupakan bentuk protes terhadap pemerintah. “Ini membuktikan bahwa warga tersebut sangat membutuhkan bantuan dari Pemerintah,” tegas Bang Didi Julak panggilan akrabnya.

Menurutnya, JPKP Sumenep sudah mengkomunikasikan hal ini ke Pemerintah Daerah Sumenep dan Provinsi Jawa Timur, dan JPKP sudah mendapatkan petunjuk dan lampu hijau dari pemprov jatim.

“Hasil koordinasi kami (JPKP, red) dengan Pemprov Jatim sudah diamini (diiyakan) tapi sayangnya Pemkab Sumenep enggan menfasilitasi apa yang kami ajukan, responnya berbelit – belit terkesan sengaja mempersulit kami” tegasnya.

Pihaknya justeru berkesimpulan Pemkab Sumenep patut diduga membiarkan atau tutup mata dengan jeritan rakyat di pulau Talango Aeng Kecamatan Ra’as yang dihuni lebih dari 650 jiwa manusia. “Kita tau semua, saat ini masyarakat di sana (ra’as) sangat butuh bantuan dan pertolongan pemerintah daerah” tukasnya.

Penulis: Ryan | Editor: Wahyu

https://gempardata.com/

Komentar

Berita Terbaru