Turnamen Sumenep Cup 2019, Master Catur Nasional Tumbang di Tangan Pecatur ASN Disnaker

SUMENEP, Gempardata.com – Datang tanpa gelar, salah satu atlit di bidang olahraga catur H. Suherman, berhasil mengalahkan Master Catur Nasional Sugeng Prasetyo pada Turnamen Sumenep Cup 2019 Terbuka (catur cepat 25 menit) yang bertempat di Gor Volly Indoor A. Yani Sumenep, Madura, Jawa Timur. Sabtu, (26/10/2019) pagi.

Pecatur asal Kelurahan Karangduak, Kecamatan Kota Sumenep ini adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah berhasil meraih predikat terbaik di kelompok tercepat terbuka utusan dari OPD Disnaker pada perlombaan catur tingkat OPD atau Kadis.

https://gempardata.com/

Hebatnya, dalam perlombaan pada kategori catur 25 menit ini. Suherman mampu mengalahkan pecatur nasional asal Jawa Tengah itu dalam waktu 10 menit. Sementara pada kategori catur 25 menit, hanya dilakukan 20 langkah untuk menumbangkan lawannya itu.

H. Suherman, S.sos., M.Pd.i pecatur dari Disnaker Sumenep ini mengaku sangat bangga atas kemenangan yang diraih. Sebab, meskipun hanya dalam pertarungan simultan, pihaknya bisa mengalahkan seorang master nasional dalam pertandingan catur.

“Jelas bangga sekali. Karena disana kan seorang master, sedangkan kita tidak mempunyai gelar apa-apa.” kata Suherman saat diwawancara usai pertandingan.

Pria yang juga menjabat sebagai Kasubag Umum dan Kepegawaian Disnaker ini menjelaskan, kunci dari kemenangan tersebut adalah ketenangan dan kematangan dalam berpikir. Sehingga setiap langkah yang dibuat bisa agresif dan brilian dalam menjaga pertahanan dan menyerang lawan.

Selain menjabat Kasubag Umum dan Kepegawaian Disnaker, Suherman juga masuk di kepengurusan Percasi Kabupaten Sumenep ini mengaku kalau dirinya adalah seorang atlet catur. Namun tidak serius mengembangkan keahlian karena kesibukan tugas dan keluarga.

“Saya sebenarnya seorang atlet lawas yang tidak pernah muncul atau melanjutkan secara serius di olahraga catur karena banyak hal dan tugas di dinas dan keluarga.” ungkapnya.

Dengan kemenangan ini, sambung Suherman, menunjukkan bahwa Kabupaten Sumenep mempunyai potensi untuk melahirkan seorang atlet atau master di bidang catur. Misalnya dengan memperbanyak even kejuaraan untuk mencari bibit-bibit pecatur muda Sumenep.

“Berharap di Kabupaten Sumenep ada semacam pembinaan, perkembangan tiap bulan. Jadi ketika kompetisi itu di jalankan maka akan diketahui sejauh mana kemampuan dan perkembangan dari atlet itu sendiri.” imbuhnya.

Sementara, Master Nasional Sugeng Prasetyo mengatakan, kalah dan menang dalam permainan catur adalah hal yang biasa. Namun, kekalahan tersebut harus menjadi bahan evaluasi sehingga kesalahan yang sama tidak terulang kembali.

“Terpenting bagi kita bagaimana usai pertandingan evaluasi kesalahan-kesalahan kita dan nanti dibenahi.” ucap Sugeng Prasetyo.

Dirinya mengaku, kekalahan yang dialaminya tersebut disebabkan karena terkena taktik dan kombinasi dari lawan. Yakni semacam pengorbanan perwira, seperti kuda dikorbankan dengan pion. “Saya istilahnya terkena taktik dan kombinasi. Main korban-korbanan hingga akhirnya raja saya diserang dan menteri saya hilang.” jelasnya.

Master asal Jawa Tengah sangat mengapresiasi keahlian dan trik-trik jitu yang dimiliki Suherman. Menurutnya, beliu adalah pemain yang teliti dengan langkah yang buat juga tajam menyerang. Bahkan ia menduga jika Suherman sudah berpengalaman bermain di turnamen.

“Kayaknya sudah berpengalaman, tidak hanya bermain di tingkat Warkop tapi juga berpengalaman di turnamen catur lainnya.” pungkasnya. (seno/ardy/why)

https://gempardata.com/