oleh

Tinggal di Gubuk Reot, Nenek di Pamekasan Luput dari Program Pemerintah

PAMEKASAN, Gempardata.com — Begitu banyak program pemerintah, baik pusat maupun daerah. Namun hal itu belum juga dirasakan warga Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, di sana masih banyak warga miskin yang masih belum merasakan program tersebut.

Salah satunya seorang warga bernama ibu Asri (80) di Dusun Du’alas, Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan, Kabupate Pamekasan, beliau tergolong miskin dan belum tersentuh bantuan apapun dari pemerintah hingga saat ini.

https://gempardata.com/

Nenek yang sudah renta ini hanya tinggal di gubuk ukuran 3×4 meter di gubuk reotnya hidup sebatangkara, dengan dinding yang terbuat dari anyaman bambu yang sudah berlubang lubang, dengan atap sudah ada yang bocor dan berharap ada bantuan perbaikan rumah.

“Saya belum pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah, kalau dulu saya jualan sirih sama sayur kelor di pasar, tapi sekarang saya sudah lama sekali tidak jualan dikarenakan penyakit ini sambil menunjukkan ke arah pipinya sebelah kanan” ucap Nenek ini dengan raut wajah yang sedih, Sabtu (30/3/2019).

Dalam penuturanya Ibu Asri pernah di operasi di Surabaya karena penyakit kangker di sebelah pipinya, dirinya mendapatkan bantuan dari toko emas Surabaya, dia juga menambahkan kalau untuk makan sehari hari dirinya mendapatkan bantuan dari msyarakat dan juga keponakannya.

Pak Edi maryono (50) warga setempat juga mengungkapkan kalau Ibu Asri tergolong warga kurang mampu dan sangat layak di bantu. “tolong pak sampaikan keluhan kami di sini, masih banyak di desa ini warga kurang mampu yg belum mendapat bantuan, dengan wajah penuh berharap.

Sementara itu, Saleh salah satu warga sekitar yang ditemui di ladangnya, dekat dengan rumah Ibu Asri juga membenarkan hal serupa, belum adanya bantuan dari pemerintah Pamekasan.” Tolong ya pak di ajukan siapa tahu rumahnya cepat diperbaiki, kasihan nenek Asri ini” katanya.

Senada dengan Pamong setempat Suhdi, saat di temui di kediamannya mengungkapkan “Setiap pengajuan yang diajukan tidak adanya kejelasan, dan juga bantuan tersebut salah sasaran” terangya.

“Sehingga bantuan itu sendiri tidak bisa di rasakan rakyat yang membutuhkan, kami hanya bisa pasrah pak karna sudah ketentuan dari pusat” tambahnya. (Sgk/hmd/why)

https://gempardata.com/