Tim SAR Gabungan temukan Sejumlah Korban Perahu Kayu Arim Jaya yang Karam di Perairan Sumenep Ditemukan

SUMENEP, Gempardata.com — Setelah dilakukan pencarian dan evakuasi korban Kapal Kayu Arim Jaya dari sejak kemarin siang, jumlah korban yang tenggelam di peraiaran Pulau Sapudi-Gili Iyang, Sumenep, Madura, Jawa Timur, bertambah 57 orang, 17 diantaranya korban sudah meninggal dunia.

Mirisnya, dari 17 korban yang meninggal dunia 4 orang diantaranya masih anak-anak. Dan 13 jenazah lainnya adalah dewasa.

https://gempardata.com/

AKBP Muslimin, Kapolres Sumenep, menyampaikan jumlah penumpang di dalam kapal kayu Arim Jaya yang tenggelam di sekitar perairan pulau Gili Iyang dan pelabuhan Dungkek sekitar 57 orang, dengan rincian 39 orang ditemukan selamat, 17 orang ditemukan sudah meninggal dunia, dan 1 orang lagi masih hilang dan masih dilakukan pencarian.

“Dari jumlah penumpang sekitar 57 orang, 17 orang ditemukan meninggal dunia. (2 orang ditemukan kemaren dan hari ini ditambah 15 orang), dan satu orang yang masih hilang dan masih terus dilakukan pencarian.” katanya, Selasa (18/6/2019)

Sementara itu, dr. Erliyati, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moh. Anwar Sumenep, juga mengatakan bahwa saat ini, 17 orang korban yang meninggal dunia dipindahkan ke kamar jenazah RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep, sekaligus menjadi posko DVI Polda Jawa Timur.

“Jumlah total keseluruhan 17 orang jenazah yang ditemukan, 2 orang korban diantaranya sudah ditemukan sejak kemarin. Kemudian 15 orang sisanya baru ditemukan sejak tadi pagi.” terangnya.

Menurutnya, selama di Rumah Sakit (RS), 17 orang jenazah korban tenggelamnya kapal kayu akan dilakukan identifikasi oleh tim Inafis Polda Jawa Timur, sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

“Kami akan menangani jenazah korban tenggelam mulai dari proses identifikasi, memandikan hingga dimasukkan ke peti jenazah sebelum akhirnya diserahkan ke pihak keluarga. Sudah ada tim DVI Polda Jawa Timur yang menangani, kita hanya membantu segala kebutuhannya.” jelasnya.

Pihaknya juga menambahkan, selama proses identifikasi dari pihak keluarga penumpang yang menjadi korban tenggelam masih belum diperbolehkan untuk masuk ke kamar jenazah sampai proses identifikasi selesai.

“Keluarga korban hanya bisa menunggu di luar kamar jenazah dengan penjagaan petugas kepolisian.” Inbuhnya. (seno/why)

https://gempardata.com/