Tidak Tanggap Darurat, Warga Lakukan Penggalangan Dana, Kemana Bupati Sumenep dan Camat Lenteng

Sumenep -Gempardata.Com,- Jum’at (19/01/2024),- sayang sungguh sayang, Tingkat perhatian dan penanganan dari pihak Pemerintah Sumenep sangatlah minim, dimana untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan suatu daerah, Infrastruktur sebagai faktor utama. Yangmana tingkat penghasilannya sebagian besar mengandalkan hasil taninya. Maka dari itu , Bupati Sumenep Ahmad Fauzi Wongsojudo melalui Camat Lenteng segera melakukan tanggap darurat demi lancarnya laju ekonomi masyarakat ke 3 desa terdampak jalan rusak.

Sebelumnya , terekspose di media gempardata.com, rabu (17/01/2024) jalan kabupaten yang menghubungkan 3 desa tersebut (Poreh, Cangkreng dan Meddelan) masyarakatnya merasa enggan melintasi jalan rusak parah alias hancur total. Yangmana, banyak pengendara motor terkilir dan jatuh diakibatkan jalanan penuh dengan lubang dan genangan air dan licin, sungguh memprihatinkan. Sungguh miris, Seakan jalanan tersebut tidak bertuan.

Suatu sisi, jeritan masyarakat atau warga di tiga desa tersebut terus berteriak namun tak dihiraukan alias no reken. Sedangkan kondisi jalan penghubung bagai kulit penuh dengan kadas dan kurap. kontradiktif atau perspektif negatif dikalangan masyarakat bawah terhadap pemerintah Sumenep mulai berseberangan, itung itung mendekati pemilu 2024.

https://gempardata.com/

Tak terbendung emosi jiwa masyarakat mulai melakukan penggalangan dana terhadap pengendara motor dan mobil, pun tidak ketinggalan penggalangan juga dilakukan door to door tujuannya tidak lain untuk perbaikan jalan.

Bupati Sumenep Fauzi ,tentunya memiliki visi misi ditambah lagi dengan tagline nya ” Bismillah Melayani”. Dalam kepemimpinannya sudah seringkali melakukan estafet atau rotasi mulai dari eselon I s/d IV sebagai kepanjangan visi dan misi bupati Sumenep untuk mensejahterakan rakyat jelata. Namun hal itu seakan tak diindahkan oleh pejabat setempat atau OPD terkait atau mungkin tidak ada tegur sapa antara bupati dan camat.

Gufron sang penggagas sosialis mengatakan, camat Lenteng itu silih berganti, tidak ada satupun diantara camat sebelumnya dan yang sekarang perhatian terhadap jalan penghubung ditiga desa tersebut. Seorang pemimpin harus mempunyai manajemen kepemimpinan, tegasnya.

“:Seharusnya sadar diri, Jabatan itu amanah, ketenangan,kedamaian pada diri kita karena dari sikap dan sifat kita. mereka makan dari uang rakyat, seharusnya mereka mengutamakan kepentingan rakyat bukan kepentingan pribadinya. Apakah jabatan itu sebagai ajang popularitas diri? Atau jangan jangan tidak melaksanakan Musrenbangcam sehingga tidak adanya disintegrasi prioritas pembangunan , tutur gufron.

Gufron menambahkan, sudah jelas Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) untuk membahas dan menyepakati langkah-langkah penanganan program kegiatan prioritas yang tercantum dalam daftar usulan rencana kegiatan pembangunan desa/kelurahan yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan. Lalu Apa yang dikerjakan selama ini,kalau begitu ngapain juga harus ada camat kalau tidak pernah mendengarkan aspirasi rakyat , timpalnya.

Satu hal lagi, saya beserta tim penggagas sosialis sampaikan terimakasih kepada redaksi GemparData-Com yang telah mewartakan kegiatan kami. Itupun kami mendirikan posko penggalangan dana diperbatasan desa Lenteng timur dengan desa Poreh . Alhamdulillah sampai saat ini per tanggal 19 Januari 2024 penggalangan dana terkumpul kurang lebih Rp. 20.000.000,-. kami terus berjuang bersama rakyat dan tidak patah arang, tutup Gufron (red)

https://gempardata.com/