oleh

Sumber Air di Bibir Pantai Pasongsongan Kwalitas Air Cleo

SUMENEP, Gempardata.com – Sumber daya alam (SDA) adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sumber daya alam meliputi komponen biotik seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme serta komponen abiotik seperti minyak bumi, gas alam, air, tanah, dan cahaya matahari.

Pada umumnya sumber daya alam berdasarkan sifatnya digolongkan menjadi sumber daya alam yang dapat diperbarui dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. SDA yang dapat diperbarui adalah kekayaan alam yang dapat terus tersedia selama penggunaannya tidak berlebihan, misalnya tumbuhan, hewan, air, dan cahaya matahari.

Sedangkan Sumber Daya Alam (SDA) yang tidak dapat diperbarui adalah SDA yang jumlahnya terbatas karena penggunaannya lebih cepat dari pada proses pembentukannya sehingga jika digunakan terus-menerus akan habis. SDA yang tidak dapat diperbarui antara lain minyak bumi dan batu bara.

Peningkatan populasi manusia dan inovasi teknologi telah membawa manusia pada era eksploitasi sumber daya alam sehingga persediaannya semakin terbatas. Jika ekploitasi berlangsung terus-menerus SDA lama-kelamaan akan habis.

Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya pelestarian sumber daya alam seperti yang dilakukan oleh warga Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ini.

Mereka memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbarui secara hati-hati dan efisien, salah satunya yaitu air, warga Dusun Lebak, (RT 001/RW 004), Desa Pasongsongan, bergotong royong gali sumber mata air tawar dibibir pantai.

Penggalian sumber mata air ini bermula dari keinginan semua warga setempat, karena sumur masyarakat disekitar tempat itu payau. Yang ini dibibir pantai malah tawar. Subhanallah, sumber ini memang tempat saya mandi dan main kolam-kolaman dari saya Sekolah Dasar (SD).

“Memang sengaja digali, karena saya ingat waktu saya kecil dulu itu tempat saya main Dusun Lebak, RT 001/RW 004, Desa Pasongsongan. Kwalitas Cleo,” kata Kades terpilih di Desa Pasongsongan, Achmad Saleh Hariyanto saat dikonfirmasi wartawan Gempardata.com lewat sambungan Handphone celulernya, Jumat (29/11/2019).

Hariyanto menjelaskan, sekitar 200 meter dari rumahnya persis di ujung reklamasi pelabuhan perikanan Pasongsongan. Kalau dari kantor pelabuhan Perikanan Pantai Pasongsongan kurang lebih sekitar 250 meter.

“Alhamdulillah ngak kenak reklamasi mas, persis dibibir pantai dan diatasnya sumber mata air ini adalah tanah kas Desa, tanahnya tandus, mudah-mudahan dengan ini nanti bisa jadi sumber pengairan yang jadi air bersih warga,” harapnya.

Pihaknya bersyukur bahwa ini anugrah yang tidak terhingga dari sang maha pencipta, karna tanpa di sedot pompa, air menyembur keluar dari tanah dengan sendirinya. Dengan digalinya sumber mata air ini kedepannya masyarakat dapat merasakan dan memanfaatkannya.

“Saya berharap dengan mata air ini di Desa Pasongsongan dapat di optimalkan dan dimanfaatankan, pihaknya akan membuatkan terobosan dan mengupayakan agar masyarakat Pasongsongan khususnya Dusun Lebak, Desa Pasongsongan bisa berkembang maju,” pungkasnya. (sheno/why)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed