oleh

Seorang Nasabah Resah Dengan Tindakan Represif Kepala Pegadaian Pragaan

SUMENEP, Gempardata.com – Seorang nasabah warga Dusun Blumbang, Desa Pragaan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengalami kekecewaan yang luar biasa atas tindakan Kepala Pegadaian Pragaan, Selasa (31/12/2019) sekira pukul 10.20 Wib.

“Kekecewaan ini muncul di karenakan pihak pegadaian yang kurang transparansi terkait waktu/jam pelayanan,” ungkap Imam Syafi’ie salah satu nasabah pegadaian saat dikonfirmasi media ini melalui pesan Whatsappnya.

https://gempardata.com/

Lebih lanjut Imam Syafi’ie menjelaskan bahwa, sekitar pukul 07.30 Wib ingin menebus ke Pegadaian Pragaan. Namun, tidak dikasih karena persyaratannya ada yang kurang, termasuk Kartu Tanda Pendusuk (KTP) yang mempunyai kuasa.

“Ini saya sudah terima karena memang kekeliruan saya. Saya langsung keluar dan sekira pukul 10.35 Wib saya langsung melengkapi kekurangannya,” jelasnya.

Selain itu, Imam mengatakan bahwa, ketika persyaratan itu sudah lengkap semua, Ia kembali lagi ke Pegadaian. Sesampainya di sana, salah satu pegawai pegadaian mengatakan kalau Jam/waktu layanan sudah ditutup sejak pukul 10.00 Wib.

“Kami tidak menerima tebusan di atas jam 10.00 Wib,” ucap Syaiful sekaligus Kepala Cabang Pegadaian Sumenep yang bertempat di Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep dengan nada lantang dan kurang elok didengar.

“Bahkan, seakan akan saya sebagai nasabah mengusik ketenangan mereka disana,” paparnya.

Seharusnya, menurut Imam, selaku Kepala Cabang menjadi pradigma bagi para karyawan lainnya. Akan tetapi, Kepala Cabang tersebut seakan jadi provokator. Nasabah itu adalah raja, tapi kok malah dibabi buta.

Pria yang kerap disapa Imam itu dengan rasa geram, menambahkan, “Ketika saya masuk bukannya tidak ada nasabah disana ada, dan disana mereka di layani seperti biasa, entah kenapa, jika sama saya kok bisa di kembalikan begitu saja, apa maksud pihak pegadaian ini,” imbuhnya.

Sementara itu, pada pukul 13.25 Wib, Ia memberikan informasi tambahan kepada media ini bahwa, dirinya mengaku bukan hanya hari ini saja diperlakukan seperti itu. Namun, prilaku tersebut sering dilakukan. Bahkan, seakan-akan di persulit.

“Semua karyawan pegadaian masih belum keluar dari kantornya. Ini kan sudah tidak sesuai dengan konteks yang tadi kepalanya katakan. Dia mengatakan pukul 10.00 Wib tutup pelayanan pukul 12.00 Wib semua peralatan dan karyawan sudah clear semua,” pungkasnya. (sheno/why)

https://gempardata.com/

Komentar

Berita Terbaru