oleh

Merefleksi Perjuangan Dakwah Nabi, PK. PMII STITA Tarate Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

-Religi-101 views

SUMENEP, Gempardata.com – PK. PMII Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA) Tarate, Pandian, Sumenep menggelar Deklarasi Angkatan 19 dan Maulid Nabi Muhammad SAW bertempat di Graha KH. Wahab Hasbullah, GP Ansor Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 Wib tersebut dihadiri oleh Sahabat Khairul Umam, (Mantan Ketua Cabang PMII Sumenep Masa Khidmat 2015-2016), Sahabat Herman Pratama, (Mantan Sekretaris Cabang PMII Sumenep Masa Khidmat 2014-2015), Sahabati Innani Mukaromah, (Ketua Srikandi Pejuang Islam Nusantara (PIN) Sumenep dan Sahabat Abd. Latif, Pengurus GP. ANSOR Sumenep serta segenap keluarga besar PMII STITA.

Acara yang berlangsung khidmat itu dilanjutkan dengan dialog bertajuk “Meneladani Akhlah Rasullullah dalam Bergerak dan Berjuang” yang diisi oleh sahabat Khairur Rasyidi, Pengurus Koordinator Cabang PMII (PKC) Jawa Timur.

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur, Khairur Rasyidi mengatakan, sejatinya kegiatan maulid ini dilakukan untuk merefleksi kembali perjuangan dakwah Nabi Muhammad Saw dalam memperjuangkan agama islam yang saat ini kita rasakan manfaatnya.

“Akhlak dan perjuangan Rasulullah harus menjadi motivasi dalam cara kita berproses, berdedikasi dan mengabdi di organisasi PMII. Karena akhlak dan perjuangan beliu, mampu memanusiakan manusia tanpa memandang status,” katanya, Minggu (01/12/2019).

Ia mengungkapkan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya sekedar seremonial belaka. Jadikanlah peringatan Maulid Nabi ini sebagai contoh kedalam kehidupan kita sehari-hari, menjadikan Rasullulah sebagai figur sentral, sebagai tauladan untuk melaksanakan kehidupan kita sehari-hari.

“Semoga melalaui moment Maulid Nabi Muhammad SAW semua kader PMII STITA dapat mengikuti dan meneladani Rasulullah SAW,” terangnya.

Selain itu, Rasyidi menyampaikan kepada semua kader PMII STITA khususnya untuk mengimplementasikan nilai-nilai ke islaman, salah satunya dengan mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Sehingga pemahaman dan persepsi yang ada dalam jiwa sosok organisatoris biar berubah,” pungkasnya. (sheno/why)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed