oleh

Ratusan Buruh Di Jember Lakukan Aksi Penolakan Ketetapan UMK Diputuskan Gubernur Jatim, Bupati Hendy Dukung Kenaikan Upah Buruh

JEMBER, Gempardata.com (8/12/2021) – Aksi demo ratusan buruh tergabung dalam serikat buruh muslimin Indonesia (Sarbumusi) Jember dan Serikat pekerja Indonesia (SPSI) Jember menolak Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur mengenai ketetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) sejumlah Rp. 2.355.662. Aksi tersebut tepatnya di depan Pendopo Bupati Jember, Senin Siang (6/12/2021).

Ketua Sarbumusi Jember Umar Faruk dalam orasinya menyatakan menolak besaran UMK untuk Jember tersebut. Faruk menegaskan sesuai keputusan Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) tertanggal 15 November telah menetapkan besaran UMK Jember sebesar Rp. 2.400.000 sesuai kesepakatan bersama perwakilan serikat buruh dan APINDO.

https://gempardata.com/

“Kami para buruh menolak Upah Minimum Kabupaten Jember sebesar Rp.2.355.662, dan kami meminta Bupati Jember Hendy Siswanto untuk mengirimkan surat rekomendasi sesuai keputusan Depekab Jember untuk UMK Jember 2022 minimal Rp. 2.400.000 kepada Gubernur Jatim,” ungkap Umar Faruk.

Tak selang berapa lama Bupati Jember Hendy Siswanto langsung menemui para buruh, dia menyatakan mendukung usulan ratusan buruh untuk menaikkan UMK tersebut.

“Semangat inti kami untuk membenahi Jember, wes wayahe benahi Jember dengan mengembalikan hak warga Jember termasuk para buruh. Saya mendukung usulan temen-temen buruh untuk menaikkan UMK sejumlah Rp. 2.400.000, upah buruh wajib meningkat,” ucapnya Bupati Hendy.

lanjutnya, dimengatakan kenaikan upah di Jember harus selaras dengan iklim investasi di Jember, mengingat masih ada kemiskinan sejumlah 300.000 jiwa.

“Izinkan saat ini juga saya teken usulan upah Rp. 2.400.000 di depan temen-temen buruh dan kami kirimkan ke Gubernur Jatim hari ini juga,” sontak Bupati Hendy dan disambut teriakan gembira para buruh sambil mengumandangkan sholawat.

Bupati Hendy mengimbau masyarakat Jember untuk kondusif supaya iklim investasi di Jember semakin meningkat, sehingga dampaknya akan menyerap tenaga kerja lokal kita.

Bupati juga mengajak agar para buruh untuk berkolaborasi, memajukan Kabupaten Jember ke depannya.(Ardi/Yudha)

https://gempardata.com/