oleh

Penyegelan Kafe di Kota Sumenep Buat Pelaku Usaha Bingung

SUEMENP, Gempardata.Com – Salah satu pengelola kafe di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur Faiq, mendukung langkah pemerintah kota sumenep yang melakukan penyegelan terhadap kafe yang bandel.

Penyegelan kafe di Kota Sumenep, memberi dampak negatif terhadap bisnis kafe lain yang patuh protokol kesehatan. Pemilik Kafe Ananda, Tabularasa, mengaku bingung, sebab dengan adanya penyegelan bisa menciptakan salah persepsi terhadap kegiatan di kafenya.

https://gempardata.com/

“Kita jadi bingung kalau mau ngadain live music takut disegel padahal mungkin aturannya bukan karena live music tapi lebih ke protokol kesehatannya saja yang tidak dijalankan,” kata Faiq kepada wartawan Gempardata.com, Minggu (23/1/2021).

Baca Juga : Masih PPKM, Karaoke Pop City Surabaya Akhirnya Disegel Polisi

Faiq mengaku, selama kebijakan pemkab Sumenep memperbolehkan kafe tetap buka, ia sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Seperti menjaga jarak tempat duduk pengunjung, pemeriksaan cek suhu tubuh, serta penggunaan masker.

Dirinya juga mengaku akan memberikan masker gratis apabila ada pengunjung yang tidak mengenakan masker. Menurutnya, kafe yang masih diizinkan beroperasi saat pandemi Covid-19 ini cukup membantu kondisi keuangan tempat usahanya. Namun, bukan berarti pemilik harus mengabaikan risiko yang lebih berbahaya.

“Kalau ada pelanggan datang enggak pakai masker kita berikan masker gratis dan memberitahunya agar pakai masker serta mengikuti prokes yang ada yaitu jaga jarak,” jelasnya.

Kendati begitu, Faiq mendukung langkah pemkab Sumenep yang melakukan penyegelan terhadap kafe yang bandel. Menurutnya, hukuman itu bisa menjadi contoh kepada kafe-kafe dan tempat hiburan lain agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Sebelumnya, pada Senin (28/9/2020) yang lalu, Pemkab Sumenep menekankan kepada para pelaku usaha untuk mengetatkan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Tiga hal ini yang terpenting dalam masa memutus penyebaran covid-19 di Kota Sumenep, baik dari pengelola manapun cafe, tempat hiburan dan resto. Dalam kesempatan tersebut, Pemkab sumenep itu juga memberitahukan penerapan jam operasional sampai jam 21.00 WIB. (jam 9 malam).

“Tidak ada yang bisa melebihi waktu tersebut, jika tidak akan terkena sanksi disegel seperti kejadian viral di medsos oleh HK Cafe” tukasnya.

(*)

https://gempardata.com/

Berita Terbaru