Pemkab Sumenep Gelar Sosialisasi BPNT Selama Empat Hari

SUMENEP, Gempardata.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Sosial  (dinsos) menggelar acara sosialisasi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bertempat di aula Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Acara yang digelar selama empat hari mulai 5-8 November 2019 itu melibatkan sejumlah peserta yang terdiri dari Anggota Tim Koordinasi Program Bansos Pangan, Kejaksaan, Kepolisian, perwakilan Camat, Perum Bulog, Bank Mandiri, dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

https://gempardata.com/

Kabid Kemiskinan Dinsos Sumenep, Zaini menyampaikan bahwa, program BPNT merupakan transformasi bantuan pangan beras sejahtera (Rastra) beralih ke bantuan pangan non tunai.

“Selama ini masyarakat hanya menerima beras sejahtera perbulan sebanyak 10 kilogram, namun dengan program BPNT ini warga yang terdaftar dalam data atau Base data terpadu (BDT) dapat mengambil bantuan secara non tunai dengan menggunakan kartu keluaga sejahtera (KKS).” kata Zaini saat pembukaan sosialisasi. Selasa (5/11/2019).

Menurut Zaini, program ini merupakan program pemerintah melalui Kepres Nomor, 11 Tahun 2018 tentang penyaluran bantuan pangan non tunai , hal ini bertujuan untuk memastikan program tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat harga, tepat kualitas dan tepat administrasi.

“Melalui program BPNT di harapkan dapat memberikan pilihan kepada penerima  manfaat dalam memilih jenis , kualitas, harga, dan tempat pembelian bahan pangan.” jelasnya.

Zaini juga menambahkan, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kelompok sasaran dan memberikan gizi yang lebih layak serta memberikan akses keuangan bagi warga miskin hingga berdampak dalam peningkatan kesejahteraan.

“Selain itu, Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman bagaimana cara pembuatan aplikasi pembutan rekening ( APR ) pada keluarga penerima manfaat (KPM) nantinya.” terangnya.

Hal ini, sambung Zaini, sesuai dengan arahan presiden Republik Indonesia pada 26 April 2016 lalu bahwasanya penyaluran bantuan sosial dan subsidi disalurkan secara non tunai serta bantuan sosial tersebut menggunakan sistem perbankan agar dapat mendukung perilaku produktif.

“Program ini bertujuan meningkatnya efisiensi penyaluran bantuan sosial dan meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan perbankan hingga meningkatkan teransaksi non tunai dalam agenda gerakan nasional non tunai (GNNT).” pungkasnya. (sheno/why)

https://gempardata.com/