oleh

Pemerintah Kabupaten Sumenep Gelar Pameran Keris Nusantara

SUMENEP, Gempardata.com — Dalamrangka menyambut hari jadi Kabupaten Sumenep yang ke-750 tahun 2019, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep, menggelar Pameran Keris Nusantara bertajuk “Sumenep Berkeris Tahun 2019”. Jumat, (20/9/2019).

Pameran ini digelar sebagai sarana pertemuan pecinta keris dan promosi budaya Nusantara. Sejumlah keris kuno ada di pameran ini. Seperti keris sepuh dengan berbagai jenis hiasan emas dan perak yang dipercaya dibuat ratusan tahun lalu bertempat di Museum keraton Sumenep, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

https://gempardata.com/

Pameran ini dibuka langsung oleh Bupati Sumenep Dr. KH.A. Busyro Karim, M.Si dan dihadiri Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi, SH, Kadisparbudpora Sumenep Drs. Carto MM, Wakapolres Kompol Andi Febrianto Ali, S.E. dan Kodim 0827 Sumenep, serta segenap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sumenep, Camat se Kabupaten Sumenep, para pengrajin dan pencinta keris.

Bupati Busyro Karim bersama Wabup Ach. Fauzi saat meninjau pameran keris

“Pada tahun 2005 keris ini bagian dari republik sebagai warisan budaya. Maka ketika saya menjadi bupati pada tahun 2010 periode pertama, terus melakukan upaya-upaya bagaimana keris ini di Sumenep semakin bisa diterima oleh masyarakat banyak khususnya di Kabupaten Sumenep dengan cara menggelar pameran-pameran keris.” kata Bupati Sumenep Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si dalam sambutannya.

Pada tahun 2014 kita pernah mengadakan acara deklarasi keris tepatnya di Pandian Sumenep. Bahkan, saat itu banyak orang-orang bertanya kenapa harus di Pandian? Sebab di sana banyak pandi-pandi keris.

Hal itu, memang bagian dari cara kami bagaimana mengingatkan masyarakat agar tersadar terliput di kerajinan masyarakat Sumenep. Kita mepunyai warisan dari para nenek moyang yang perlu di lestarikan, Yang penting tidak bertuhan kepada keris Sumenep. Namun, ini harus di lestarikan.

“Maka ketika dideklarasikan di tahun 2014, ternyata 2015 itu kita mendapatkan pengakuan Unisco bahwa Sumenep ini menjadi pengrajin keris terbanyak di dunia.” jelasnya.

Selain itu, di tahun 2018 kami juga mendeklarasikan Desa Aeng Tong Tong sebagai desa keris, karena disana paling banyak pengrajin kerisnya. “Ketika ada acara-acara itu diletakkan di Aeng Tong Tong, sehingga para wisatawan juga banyak berdatangan ke Kabupaten Sumenep untuk mencari tahu keris-keris peninggalan nenek moyang kita.” paparnya.

Busyro berharap agar kolektor luar Pulau Madura bisa melirik keindahan Kabupaten berjuluk Kota Keris ini. “Saya ingin para kolektor Indonesia bisa bertemu di Kabupaten Sumenep. Saya berharap acara ini tidak hanya formalitas.” terangnya.

Disisi lain, pameran keris diharapkan mampu membantu perekonomian rakyat dari hasil sentra keris yang ada. “Semoga hal ini akan menumbuh nilai-nilai ekonomis, tentu saat dipasarkan dari keris yang kita coba untuk dalam hal penjualan.” tutup Bupati Sumenep.

Kepala Disparbudpora Sumenep, Drs. Carto, MM mengatakan bahwa, digelarnya pameran ini, demi menjaga dan melestarikan warisan budaya keris sebagai pusaka asli indonesia dan menjadikan Kabupaten Sumenep sebagai kota keris di Indonesia.

“Selain itu juga sebagai pendongkrak ekonomi kreatif bagi pelaku usaha maupun penggemar keris atau benda pusaka lainnya.” ucapnya.

Peserta pameran keris ini, lanjut Carto, diikuti sebanyak 150 peserta berasal dari Kabupaten Sumenep dan luar Kabupaten seperti Malang, Surabaya, Jogja, Solo dan Jakarta. Sementara, jadwal pameran keris Nusantara ini terhitung sejak tanggal 20 sampai 23 September 2019.

“Pameran keris nusantara kali ini bertajub “Sumenep Berkeris tahun 2019, sekaligus dalam rangka memperingati hari jadi Sumenep yang ke 750 tahun 2019.” jelasnya.

Carto berharap, seluruh Kabupaten mendukung akan ditetapkannya dan digagas oleh Mendikbud pada tanggal 25 November ditetapkan sebagai hari Keris Nasional. “Menteri Kebudayaan telah menetapkan keris sebagai benda cakar budaya yang ditetapkan pada tanggal 25 November 2015 lalu.” pungkasnya. (seno/why)

https://gempardata.com/

Berita Terbaru