oleh

Pasutri di Pamekasan Jatuh Sakit, Pemkab Langsung Respon

PAMEKASAN, Gempardata.com — Pasangan suami istri di Kabupaten Pamekasan, Marto (59) dan Istrinya Tipah (60) warga RT./RW 02/05, Kel. Kowel Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, keduanya merupakan warga kurang mampu yang mengalami sakit cukup lama. Karena keterbatasan ekonomi pasutri ini keduanya pun hanya berobat seadanya.

Saat ditemui di rumahnya Rabu 6 maret 2019, Misnadin, anak kedua lansia ini menuturkan bahwa ibunya sakit kena stroke sudah dua tahun lamanya sedangkan ayahnya sekitar enam bulanan. “Selama itu orang tua kami tidak pernah dibawa berobat ke dokter, tidak ada biaya dan keadaan hidup pas pasan begini” ucapnya, Rabu (6/3/2019) kemarin.

https://gempardata.com/

Misnadin menambahkan bapak nya sudah dua hari terakhir ini (selasa dan rabu) sakitnya semakin parah, jangankan makan minum air saja sudah tidak bisa masuk.

“Bapak sudah dua hari ini tidak bisa, jangankan makanan minum air saja sulit masuk, saya bingung mau berobat kemana, BPJS belum aktif, uang tidak punya, untung ada pihak puskesmas kowel datang kesini, katanya bapak dapat pengobatan gratis intruksi dari bupati” terangnya.

Putra pasangan Marto dan Tipah ini mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemkab Pamekasan, khususnya Bupati Ra Baddrut tamam, pihak puskesmas kowel khususnya dr. Siswanto serta semua pihak yang ikut membantu lancarnya pengobatan bapaknya.

“Terimakasih Bapak Bupati Pamekasan KH. Baddrut Tamam, dr. Siswanto serta semua pihak yang telah peduli dan membantu kedua orang tua saya” tutur Misnadin.

Hal itu dikuatkan dengan keterangan tetangga Marto, Abdussalam, membenarkan akan adanya orang yang membuat pengaduan ke Bupati, sehingga oleh Bupati cepat direspon dan belum 24 jam pak Marto bisa di rujuk ke rumah sakit umum.

“Pak Marto langsung dirujuk ke RSUD Pamekasan, setelah ada yang mengadu dan menyampaikan ke Bupati, dan tidak sampai 24 jam pun Bupati Baddrut Tamam langsung merespon dan segera memerintahkan bawahan nya untuk menangani Pak Marto dan Istrinya Ibu Tipah” jelasnya.

Sementara itu, Misdari Ketua RT setempat menerangkan bahwa warganya (Marto, red) sudah dibuatkan BPJS berbayar yang di tanggung Pemkab, tapi belum bisa digunakan karena masa aktifnya masih mulai tanggal 14 maret 2019.

“Sudah ada kartu BPJS nya berbayar, dan itu sudah ditanggung Pemerintah, cuma kalau menunggu kartu BPJS ini aktif mungkin nyawa Marto tidak akan tertolong, karena masih tanggal 14 maret ini baru aktif” ungkapnya. (hmd/rhm/why)

https://gempardata.com/