oleh

Overload, DLH Sumenep Terlantarkan Landfill, Pj. PTP ,Tutup Mata

Genpardata.com – Sumenep,–Tahun Sejarah,Di Penghujung tahun, tepat pada hari Jum’at Legi tanggal 31 Desember 2021, sebagai moment bersejarah Sumenep, Bupati Achmad Fauzi akhirnya mengisi struktur organisasi (SO) baru sesuai dengan Peraturan Menteri PANRB 2019.

Sumpah Jabatan dan melantik 24 Pejabat Tinggi Pratama (PTP) di lingkungan Pemkab Sumenep dalam pelaksanaannya di bandara Trunojoyo Sumenep. Dari pelaksanaan tersebut menyisakan 5 OPD yang masih kosong dan di isi oleh pejabat eselon II sebagai PLT .

https://gempardata.com/

5 OPD yang masih kosong diantaranya , Kepala DPMD, Kepala DINSOS, Kepala SATPOL PP, Kepala DLH dan Kepala BPBD dan saat ini dalam proses pengajuan ke KASN.

Bupati Achmad Fauzi dalam sambutannya mengatakan, pelantikan kali ini sengaja ditempatkan di Bandara Trunojoyo sebagai pemantik kepada pejabat baru Sumenep agar bisa meniru pesawat yang bisa terbang melaju tinggi ke angkasa.

“Kedepan Sumenep butuh pejabat yang memiliki komitmen tinggi, berdedikasi tinggi, bersikap jujur dan loyal kepada atasan sebagai bentuk tanggungjawab atas segala tugas yang diemban,” tutur bupati sumenep.

Sementara, ketua DPD Gerakan Pemuda Nusantara sangatlah apresiatif dimana pelantikan tersebut hari yang begitu sakral bagi masyarakat jawa khususnya masyarakat kabupaten sumenep yaitu hari Jumat Legi dengan hari pasaran manis dengan arti ” weton Jumat Legi berada di bawah dua naungan segel yang sangat hebat, pemegang segel dari Cakra Ajna Bumi. Cakra ini berelemen air besar, dan bertempat di daerah Mekah serta berkaitan dengan langit ke-enam yang disimbolkan dengan samudra, dan mewarisi karakter dari Nabi Musa As. Selain itu, hari Jumat juga dilambangkan sebagai hewan, yaitu burung merak. Tukas Jebolan UTM ini.

” Bapak Bupati Sumenep melakukan terobosan yang sangat fantastis yaitu mengakhiri tahun 2021 dan mengawali tahun 2022, yangmana pelantikan tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 15 tahun 2020 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah dan organisasi yang baru, imbuhnya

Acik sapaannya menyatakan, Adapun lima OPD yang kosong diantaranya adalah Dinas Lingkungan Hidup. OPD ini memiliki peran yang sangat penting bagi Pemerintahan Kabupaten Sumenep dengan taglinenya Bismilah Melayani.
Sementara permasalahan yang ada di Dinas Lingkungan Hidup seperti daya tampung landfill yang sudah overload , seharusnya cepat teratasi. Dimana dalam 1 periode tahun 2021 ini tidak ada tindakan sama sekali yang dilaksanakan oleh penanggung jawab OPD ini, yang mana Daya tampung landfill sudah overload melebihi kapasitas dan tidak muat untuk menampung sampah yang ada, apalagi saat ini musim hujan. Mengapa tidak segera mengambil tindakan? Hal ini sangat membahayakan terhadap armada angkut yang keluar masuk di area landfill.

Lanjut Acik , Padahal disetiap harinya sampah yang harus dibuang 28 s/d 30 ton ke landfill tersebut. Juga limpasan atau buangan air sampah (Lindi), ini akan dibuang kemana? Mengalirnya air limbah sudah mengalir diluar saluran yang tersedia, bak penampung tidak mampu, terbukti adanya bocoran dari pipa saluran. Apakah dinas terkait sudah melakukan persiapan pembuangan mandiri atau melakukan relokasi darurat yang nantinya tidak akan mengakibatkan pencemaran pada lahan pertanian di desa Torbang, kecamatan batuan dan lingkungan sekitarnya? Apabila tidak segera dilakukannya daya serap air lindi akan mencemari sumur gali dilingkungan sekitar Masyarakat di bawah landfill, Masalah ini tidak boleh berlarut terlalu lama. Karena akan berdampak pada permasalahan yang lebih besar nantinya akan menjadi penyebaran penyakit dan polusi bagi lingkungan.

“Hal ini, Secepatnya dilakukan tindakan pembahasan oleh pejabat yang berwenang ataupun pokja yang pada saat itu melaksanakan pembahasan anggaran”

Harapan kami dalam pengisian kekosongan pejabat tinggi pratama (PTP) di OPD ini adalah orang yang memahami tentang lingkungan hidup baik di laut dan daratan. Karena banyaknya keluhan masyarakat terhadap polusi tambak, hilangnya terumbu karang dan polusi limbah industri dikawasan daratan.

Seperti yang diharapkan oleh Bapak Bupati Sumenep Achmad Fauzi meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang dimutasi dari satu instansi ke instansi lainnya agar tetap semangat bekerja melayani masyarakat. Sebab, ASN pada dasarnya harus selalu siap menjalankan tugas dan kewajibannya di mana pun ditempatkan.
“Di mana saja ditempatkan, ASN harus siap bekerja dan siap mendedikasikan pemikiran dan tenaganya untuk masyarakat Sumenep,”.
Lanjut Bupati Sumenep: seluruh dinas pada dasarnya sama. “Tidak ada dinas yang lebih strategis dibanding dinas yang lain. Semuanya strategis,” tutup Bupati Sumenep (*)

https://gempardata.com/