oleh

KPA Kuta Pasee Minta Muallim Copot Ketua BRA

Lhokseumawe, Gempardata.com – Komite Peralihan Aceh (KPA) lhokseumawe meminta mualem untuk segera mencopot ketua BRA yang telah melakukan kesalahan fatal dan telah melukai hati para korban konflik, kombatan GAM serta para tapol napol dalam memperingati acara ulang tahun perdamaian aceh yang ke 15 tahun antara pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh merdeka (GAM).

Seharusnya Badan Reintegrasi Aceh (BRA) menjadi tempat untuk menampung segala persoalan korban konflik menjadikan Damai. “Ini momentum untuk berkumpul para kombatan GAM sehingga bisa menrefleksikan sejauh mana sudah berjalan perdamaian ini bukan menghamburkan uang untuk hal hal yang tak penting dan melukai hati para korban” jelas tgk Muchtar Hanafiah selaku panglima wilayah kuta pasee

https://gempardata.com/

Seterusnya Muckhtar Hanafiah yang akarab disapa Ableh mengecam tindakan Ketua BRA yang telah melukai hati Rakyat Aceh khususnya korban konflik dengan mengambil uang APBA Aceh 305 juta untuk kegiatan MOGE yang tidak bermanfaat bagi para syuhada Aceh yang telah berjuang untuk kesejahteraan rakyat Aceh.

“Kami berharap Mualem lebih baik ganti saja ketua BRA dengan orang yang mampu menampung permasalahan combatan GAM yang selama ini masih jauh degan janji-janji yang tertuang di dalam MoU helsinki” terangnya.

Lebih jauh Hanafiah menjelaslan, seharusnya Badan Reintegrasi Aceh (BRA) memiliki peranting dalam menjaga perdamaian Aceh jangan sampai muncul lagi benih benih embrio konflik baru di Aceh degan gagalnya reintegrasi di Aceh pasca Aceh damai maka pihaknya meminta mualem untuk secepatnya memberikan rekomendasi untuk megantikan Sayed Fakhrurrazi dari ketua BRA.

“Ini akan menjadi kemarahan bagi semua korban konflik karena kami orang lapangan mengerti bagaimana kondisi para korban konflik saat ini serta para kombatan GAM yang jauh dari kata sejahtera. Maka Muallem sekali lagi kami mohon segera pecat Sayed dari ketua BRA demi kebaikan segala proses reintegrasi yang masih sangat tidak berjalan sama sekali” pungkas Ableh. (Mz/Dn)

https://gempardata.com/

Berita Terbaru