oleh

Kesal, Korban Penipuan Penggandaan uang Akan Tempuh Jalur Hukum

SUMENEP, Gempardata.com — Maraknya penipuan dengan modus penggandaan uang rupanya tidak membuat sebagian masyarakat sadar, seorang perempuan Dusun Gardajah, Desa Konang, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan tertipu ratusan juta rupiah, Selasa (5/3/2019).

Menurut keterangan korban (Suniyah), berawal dirinya dihubungin lewat ponselnya oleh nomer yang tidak di kenal, selanjutnya disuruh menemui salah seorang pelaku MR yang mengajak ingin berkenalan (pura pura).

https://gempardata.com/

“Masih dalam keadaan komunikasi melalui ponsel, MR ini  memberitahukan saya bahwa dia punya teman seorang Kiai yang bisa menggandakan uang berlipat ganda. Saat itu saya langsung seperti orang terbius dengan janji-janji MR dan akhirnya saya masuk dalam perangkap sindikat penipuan ini” katanya.

Kemudian, lanjut korban si MR mengajak bertemu dengan Suniyah (korban, red) pada hari kamis 10 Agustus 2018 di depan Polsek, lalu korban dibawa kerumah rekan pelaku yang katanya bisa menggandakan uang tersebut, sebut saja Kiai ARM inisial, di kampung Mesoy, Desa Bragung, Kecamatan Guluk Guluk, Kabupaten Sumenep. Sesampainya di rumah kiai ARM (pelaku) Suniyah dikasih amplop kosong suruh diisi uang 200.000 ribu untuk di kasih ke pak Kiai ARM atas perintah MR rekan kiai tersebut.

“Setelah saya isikan amplop uang Rp.200 rb, saya disuruh kembali lagi keesokan harinyq pukul 16.00 wib (sore) sekalian disuruh bawa uang Rp. 200 juta oleh pelaku, namum saya menolak untuk membawa uang sebesar itu, saya hanya punya Rp 100 juta, dan ditambah Rp 50 juta lagi yang di kasih ke pak kiai AMR (pelaku)” paparnya.

Ia menambahkan, setelah itu, terjadilah transaksi antara Suniyah (korban) dengan Kiai ARM (pelaku penipuan penggandaan uang, red), lalu Suniyah di bawa ke kamar dan di dalam kamar tersebut Suniyah di suruh buka sejadah, ternyata di balik sejadah itu ada uang kurang lebih 1 milliar.

“Untuk bisa bawa pulang uang 1 milliard itu, saya harus ada uang 200 juta, karena saat itu saya tidak punya uang dan tidak memenuhi apa yang diminta kiai ARM ini jadi saya tidak bisa bawa pulang uang yang di janjikan tadi” imbuhnya.

Atas kejadian ini, Suniyah akan membawa Kasus tersebut ke jalur hukum, jika pihak MR dan AMR (pelaku) tidak ada niat untuk mengembalikan uangnya. (seno/sgk/why)

https://gempardata.com/