Kasus Dugaan Ijazah Palsu Calon Kades Padangdangan. Polres Sumenep Akan Gelar Perkara

SUMENEP, Gempardata.com – Laporan Kasus Dugaan Tindak Pidana Penggunaan Ijazah Palsu dalam Pemilihan Kepala Desa Padangdangan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, yang dilaporkan ke Polsek Pasongsongan pada tahun 2010 silam, kembali menyita perhatian publik.

Pasalnya, dalam waktu dekat ini Polres Sumenep bakal menggelar perkara terkait persoalan kasus dugaan Tindak Pidana Penggunaan Ijazah Palsu milik Calon Kades Padangdangan No. Urut 02 atas nama Mohammad Maskon tersebut.

https://gempardata.com/

Menurut Saiful Anwar SH, MH, kepada media Gempardata.com, mengatakan bahwa, Maksud dan Tujuan Muh. Hasin bersama pihaknya ke Mapolres Sumenep adalah untuk melaporkan Mohammad Maskon atas dasar dugaan Penggunaan Ijazah Aspal (Asli tapi Palsu) dalam Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahun 2019 Periode 2019-2025 di Desa Padangdangan.

“Tapi karena persoalan tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Pasongsongan pada tahun 2010 silam, maka Polres Sumenep akan melakukan gelar perkara terlebih dahulu, apakah Laporan yang tahun 2010 silam itu sudah terbit SP3 apa masih belum,” kata Saiful Anwar, Selasa 17/12 di Halaman Mapolres Sumenep.

Jika hasil gelar perkara nanti, Lanjut Saiful, Laporan yang tahun 2010 tersebut sudah dikeluarkan SP3 oleh Penyidik Polsek Pasongsongan maka kami akan melaporkan kembali Kasus dugaan Ijazah Aspal milik Mohammad Maskon yang digunakan pada Pemilihan Kepala Desa Padangdangan bulan November tahun 2019 kemarin.

“Tapi kalau hasil gelar perkara nanti Laporan tersebut masih belum terbit SP3, maka kita tinggal memberikan bukti-bukti baru kepada penyidik Polres Sumenep, karena tidak mungkin dalam satu perkara itu terbit dua LP (Laporan Polisi),” jelas Saiful.

“Saya sangat mengapresiasi atas respon dari Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Tego S Marwoto, SH, yang telah sigap dalam menyikapi pengaduan kami terkait dengan Kasus Dugaan Ijazah Palsu milik Mohammad Maskon ini,” imbuhnya.

Diwaktu yang sama, salah satu tokoh masyarakat Desa Padangdangan Nur Hasan meminta kepada Aparat Penegak Hukum Polres Sumenep agar serius dalam menangani Kasus Dugaan Ijazah Palsu milik Mohammad Maskon yang digunakan untuk melamar sebagai Calon Kepala Desa Padangdangan.

“Supaya kasus dugaan Ijazah Palsu milik Mohammad Maskon ini menjadi terang benderang dan mendapatkan ke pastian hukum demi tegaknya ke adilan sesuai dengan pancasila sila ke lima,” kata Nur Hasan, Kamis 17 November lalu.

Lebih lanjut Nur Hasan, karena kami meyakini bahwa ijazah yang di miliki dan di gunakan oleh mohammad maskon sebagai persaratan bakal calon kepala desa padangdangan adalah sangat nyata sekali tidak benar atau palsu jika maskon merasa benar dan asli ijazah yang di miliki tunjukkan kebenaranya atau ke aslianya (jentelmen) kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep khususnya Kepada Bupati Sumenep.

“Jangan sembunyikan kemungkaran, sesuai dengan amanah tuhan kebenaran ditegakkan kemungkaran pasti sirna jadilah pemimpin yang bisa membedakan mana yang hak dan mana yang batil menuju masyarakat sumenep sejahtera,” pungkasnya. (sheno/why)

https://gempardata.com/