oleh

Kadishub Jawa Timur: Puluhan Tahun Saya Menjabat Baru Kali ini Ada Gubernur Peduli Kepulauan

SUMENEP, Gempardata.com – Dalam rangka meningkatkan pelayanan, keselamatan dan kesejahteraan terhadap pelayaran khusunya diwilayah Kabupeten Sumenep. Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan Sumenep menggelar Sosialisasi Persiapan Pengoprasian Kapal Perintis Kepulauan bertempat di Aula Hotel C1 Sumenep, Madura, Jawa Timur. Rabu, (7/8/2019).

Keseriusan Pemprov Jawa timur untuk meningkatkan layanan transportasi laut di wilayah Madura, dengan meyiapkan dua kapal perintis bersubsidi. Dua kapal itu nantinya akan melakukan palayaran ke pulau-pulau yang ada di Madura termasuk juga pulau yang ada diluar Sumenep.

https://gempardata.com/

Sosialisasi persiapan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Fattah Jasin, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep, Kepala Dinas Perhubungan Pamekasan, Syahbandar Wilayah Madura hingga operator kapal yang ada di Sumenep, Camat, serta sejumlah 75 orang peserta yang mengikuti sosialisasi persiapan pengoprasian kapal pesiar kepualauan.

Fattah Jasin, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur menyampaikan, bahwa program pengoperasian kapal perintis kepulauan, adalah bentuk wujud kepedulian dari pemerintahan Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Bentuk program tersebut, diberikan kepada masyarakat Kabupaten Sumenep, dalam rangka keselamatan pelayaran khusunya masyarakat kepulauan.

“Ini merupakan komitmen dari Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah Indar Parawansa untuk melayani warga Madura, khususnya kepulauan. Puluhan tahun saya jadi pejabat baru kali ini ada sosok yang sangat perduli pada Madura.” kata Fattah dalam sambutannya.

Pemprov Jawa timur telah mengalokasikan anggaran untuk subsidi operasional dua kapal perintis itu. Bahkan tidak tanggung-tanggung anggaran untuk tahun 2019 saja mencapai 29,7 miliar.

Menurutnya, selama provinsi berdiri belum ada program subsidi ongkos angkut untuk kapal perintis. Program ini biasanya hanya dilakukan oleh pemerintah pusat, namun pada pemerintahan Ibu Khofifah APBD Pemprov dialokasikan.

“Beliau begitu sensitif ketika melihat susahnya warga kepulauan untuk mendapatkan layanan transportasi. Jika dulu harus menunggu 14 hari, maka dengan adanya dua kapal perintis bersubdi ini nanti hanya dalam 3 hari.” ucapnya.

Selain itu, lanjut Fattah, alokasi program subsidi tersebut dibagi dua rute yakni, untuk subsidi perusahaan pelayaran angkutan perintis rute Surabaya, Masalembu, Keramaian Masalembu, Kalianget, Pamekasan, Gilimandangin, Gili Ketapang, Probolinggo dengan anggaran Rp 17.6 miliar. Operator PT Dharma Dwipa Utama yang jadi pemenang.

“Sedangkan rute kedua, pelayaran angkutan laut perintis rute Kalianget, Sapudi, Kangean, Sapeken, Pagerungan Besar, Sapeken Tanjung Wangi dimenangkan PT Sumekar Line, dengan anggaran Rp 12,11 miliar.” jelasnya.

Untuk mengatasi kendala cuaca laut, Dinas Perhubungan Jawa timur sengaja mencari operator pelayaran yang memiliki kapasitas di atas 5000 GT. Kapal Dharma Lautan Utama memenuhi kapasitas itu. Sehingga rute yang akan dilalui pasti lancar.

“Sedangkan kapal Dharma Bahari Sumekar operator  PT Sumekar Line, juga layak melayani rute  Kalianget, Sapudi, Kangean, Sapeken dan Banyuwangi.” terangnya.

Sementara itu, mantan Kepala Disperindag Jatim itu menambahkan, kenapa program kapal perintis bersubsidi tidak diawal tahun, pihaknya mengaku jika tim anggaran provinsi keliru memasukkan nomenklatur, sehingga tertunda.

“Program ini baru pertama kali dari APBD Jawa timur, anggarannya keliru, tim memasukkan nomenklaturnya dengan menyebut nama operatornya, gak bisa. Itu kan subsidi ongkos angkut, merubah itu butuh waktu sekitar tiga bulan.” pungkasnya. (seno/why)

https://gempardata.com/