oleh

Jutaan Batang Rokok Ilegal Disita dan Dimusnahkan PPBC Pamekasan Selama Tahun 2018

PAMEKASAN, Gempardata.com – Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (PPBC) Madura telah melakukan penindakan pelanggaran ketentuan di bidang cukai sejak bulan Januari hingga Desember 2018 berupa BKC (Barang Kena Cukai), khususnya HT (Hasil Tembakau) yakni batang rokok sebanyak 5.465.363 batang. Sekaligus lounching Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) tipe Madya Pabean C Madura yang baru, bertempat di Jln. Panglima Sudirman, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Kegiatan tersebut secara langsung dibuka oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, dalam acara tersebut Bupati Pamekasan menyampaikan, sangat senang dengan adanya Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC). Dengan keberadaan kantor tersebut nantinya dapat menumbuhkan dan melahirkan pembelaan terhadap Masyarakat.

https://gempardata.com/

“Keberadaan kantor KPPBC ini tidak hanya dikhususkan untuk Kabupaten Pamekasan saja, melainkan Keberadaan Kantor tersebut nantinya akan beroperasi khusus di 4 (empat) Kabupaten yang ada di Madura. Tidak hanya Khusus Pamekasan keberadaan kantor ini, keberadaan kantor tersebut Khusus wilayah Madura kebetulan letaknya di Kabupaten Pamekasan.” Kata Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, Senin (27/5/2019) kemarin.

Badrut Tamam, juga menegaskan bahwa, dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi dengan Bupati-Bupati di 4 (empat) Kabupaten di Madura yaitu, Bangkalan, Sampang, dan Sumenep.

“Kepala Daerah yang ada di Madura nantinya akan menggelar MoU dengan Dirjen Bea dan Cukai, sehingga kedepannya bisa beroperasi dengan maksimal.” terangnya.

Pihaknya berharap kepada Dirjen Bea dan Cukai agar tidak melakukan penindakan terlebih dahulu sebelum melakukan sebuah sosialisasi terhadap masyarakat, supaya tidak menimbulkan problem yang dapat merugikan masyarakat.

“Sebelum melakukan penindakan hendaknya pihak Bea dan Cukai melakukan sosialisasi terlebih dahulu terhadap Masyarakat agar tidak menimbulkan problem yang nantinya dapat merugikan Masyarakat.” Terangya.

Dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi saat konferensi pers menyampaikan bahwa, jutaan batang rokok tersebut merupakan hasil penyidikan dari awal tahun 2018 mulai bulan Januari sampai Desember. Dari jumlah batang sebanyak tersebut disita karena tidak dilekati Pita Cukai (Rokok Polos). Barang dari hasil penindakan itu, juga masih ada sebagian yang masuk dalam tahap penyelidikan.

“Sebagian sudah masuk tingkat penuntutan ke Kantor Kejaksaan Negeri Pamekasan dan sebagian ada yang ditetapkan sebagai barang dikuasi oleh Negara. Pasal yang dikenakan terhadap peredaran rokok ilegal ini adalah Pasal 50 dan Pasal 54 Undang-Undang nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai.” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga mengungkapkan bahwa, atas dasar barang bukti penindakan rokok ilegal sejak tahun 2018 yang telah ditetapkan sebagai Barang Milik Negara (BMN), yaitu sebanyak 4.337.563 batang, dan dimusnahkan dengan cara dibakar.

“Kendati demikian, sesuai dengan surat Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi Nomor S-163/MK.6/KN.5/2018 tanggal 21 Mei 2018 dan S-23/MK.6/KN.5/2018 tanggal 9 Januari 2019 perihal Persetujuan Pemusnahan Barang yang Menjadi Milik Negara pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tiap Madya C Madura.” paparnya.

Sementara itu, faktor dari banyaknya bahkan jutaan batang rokok ilegal tersebut, pihaknya menambahkan bahwa, potensi kerugian Negera terkait dengan peredaran rokok ilegal tanpa dilekati Pita Cukai berkisar mencapai Rp 1.984.458.568.

“Pada tahun 2018, tingkat peredaran rokok ilegal yakni 7% (persen), dan target kami yaitu harus mampu menekan peredaran rokok ilegal sampai ke level 3% (persen) pada tahun ini.” imbuhnya.

Dengan banyaknya jumlah batang tersebut merupakan batang rokok dari berbagai jenis rokok dan merk rokok. Jutaan batang rokok itu disita oleh pihak petugas Bea dan Cukai Madura, terdiri dari 4 (empat) Kabupaten yaitu, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan yang terakhir Kabupaten Semenep. (seno/why)

https://gempardata.com/