Judi Online Berikan Dampak Negatif Pada Masyarakat, Beranikah Kapolres Sumenep Berantas Judi Online

Sumenep-Gempardata.com,- Senin,,(17/06/2024),- Dalam era digitalisasi global yang berkembang yang tranding saat ini adalah JUDI ONLINE. Maraknya perjudian dapat memberikan dampak negatif bagi masyarakat karena dengan berjudi masyarakat akan malas dan berkhayal untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Sehingga kegiatan tersebut membuatnya mereka menjadi miskin dan tidak produktif. Mulai dari kehilangan harta benda, perpecahan keluarga, hingga meningkatnya tindakan kejahatan dan kekerasan yang terjadi di masyarakat. Judi itu bukan hanya mempertaruhkan uang, bukan hanya sekedar game iseng-iseng berhadiah.

Hal ini menjadi ancaman serius terhadap moralitas dan masa depan generasi muda, Kemudahan akses dan sifat anonim dari dunia maya membuat judi online semakin sulit dikendalikan, serta menuntut respons yang tegas dari berbagai pihak.

https://gempardata.com/

Bayangkan ribuan generasi masyarakat di seluruh Sumenep, dinsinyalir banyaknya angka DIVORCE ( perceraian )berawal dari rusaknya judi online. Ekonomi rumah tangga rusak. Dimana, yang seharusnya penghasilan tetapnya diberikan kepada keluarganya, namun diperuntukkan ke judi online yang katanya menjanjikan. Dengan demikian , kedamaian dalam rumah tangga menjadi seperti neraka.

Judi online menjadi perangkap , mengorbankan masa depan mereka demi kenikmatan semu dan keuntungan instan.

Fenomena ini bukan hanya menghancurkan individu, tetapi juga mengancam integritas moral dan keberlanjutan bangsa. Inilah saatnya Kapolres Sumenep harus bersikap tegas dan mengambil langkah nyata untuk menggempur dan menyikapi judi online, melindungi generasi muda, dan menjaga moralitas bangsa.

Dalam amatan sang lawyer Kondang Sumenep, Bambang H, SH menyampaikan, Dalam pengamatan saya, banyak sekali kawula muda yang terjerat hutang akibat kecanduan judi online. awalnya hanya ingin mencoba-coba, namun lama kelamaan, menghalalkan segala cara hanya untuk berjudi. Akibatnya, ia mengalami kebobrokan dan kesulitan di finansial, keahlian dan kreatifitasnya semakin menurun drastis, dan hubungan sosialnya dengan teman serta keluarga hancur, tuturnya.

” Ini merusak terhadap nilai-nilai fundamental yang membangun moralitas bangsa. Dalam perspektif ideologis, fenomena ini bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya yang dianut oleh masyarakat Indonesia khususnya sumenep. Judi, dalam berbagai agama dianggap sebagai perilaku yang merusak moral dan etika individu, kata Bianglala nama kerennya.

Selain itu, ideologi bangsa yang menjunjung tinggi kerja keras, kejujuran, dan tanggung jawab menjadi terancam ketika generasi mudanya lebih memilih mencari keuntungan instan melalui perjudian. Hal ini menunjukkan bahwa judi online tidak hanya merusak individu, tetapi juga merongrong fondasi moral masyarakat, imbuhnya.

Untuk mengatasi masalah ini, refleksi yang mendalam, Kapolres Sumenep harus mengambil langkah preventif untuk mengatasi judi online yang marak selama ini, khususnya di kabupaten sumenep. Begitupun juga pihak pemerintah setempat, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat sangat diperlukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa judi online adalah masalah kolektif yang membutuhkan solusi kolektif. Setiap elemen masyarakat harus berperan aktif dalam memberikan edukasi dan membangun kesadaran tentang bahaya judi online, tutup Bianglala.

Kapolres Sumenep belum memberikan keterangan saat tim redaksi media GemparData-Com menghubunginya via WA dan Sampai berita ini terpublish
(red)

https://gempardata.com/