oleh

JIka itu Perintah, Lakukanlah

Sumenep, 9 Agustus 2019.

Penulis : Idris Bawafi.

https://gempardata.com/

GEMPARDATA.com — Terdengar suara takbir menggema dari altar penyembelihan Ismail, darah mengucur dan sang Ibrahim belum juga berani membuka penglihatannya, terasa darah mengalir diantara jemari tangannya. Sebuah pengorbanan yang penuh drama menguras emosi.

Sebuah pertaruhan nyawa, cinta, terus menggemuruh. Beliau tidak berpikir lagi stigma ummat kelak akan dirinya dan agamanya, air mata menetis penuh keharuan.

Keberanian mengorbankan sang Anak menghilangkan kecerdasan logika, wisdom dan pelajaran apapun, kebahagiaan yang di rajut bersama terpasung oleh sebuah sabda Langit.. Skeptis sang Nabipun muncul- seribu pertanyaan Pun muncul, pada mulanya teologi agama dg konsep Rahman Rahim berubah menjadi sadis dan biadap,, ada apa ini dan benarkah ini???. Tapi Sang Anak meyakinkan diri Nya, jangan ragu lagi jika semua itu adalah perintah lakukanlah, “aq rela” dan Sang Nabipun berlinang Air mata melihat keteguhan iman sang Anak.

Secara ilmiah dan konsep teologi apapun sabda itu pun sulit di terima , di sinilah sebuah kajian keterikatan dan keridhoaan ilahiah, dalam kitab mantiqud thoir yg ditulis oleh fariduddin attar sang sufi Persia “bahwa kefanaan itu di dapatkan dengan menghilangkan keterikatan keterikatan dunia, cinta, kepangkatan dan mengagungkan diri”.

Sang Nabi pun membuka kedua belah matanya sambi meraba raba Ismail, dia tidak berani melihat ke bawah,,, yang ada hanya kepasrahan kepada Tuhan, Dia tidak berpikir hasil akan ketaatan diapun mengikuti sabda Sang Kholiq dengan mengorbankan cinta pada sang Anak, takbirpun menggema ketika Tuhan mengganti Anaknya dengan Seeokor kambing..,..

Andai kita yang mengalami……Allahu Akbar!!

Selamat Idul Adha

https://gempardata.com/