oleh

Inspection Sudden, PT. Tanjung Odi Kabupaten Sumenep : Ini Cambukan Positif

SUMENEP, Gempardata.com – Manajemen PT. Tanjung Odi Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, lakukan pembenahan adanya hasil Sidak (inspeksi mendadak) yang dilakukan Komisi IV DPRD setempat, sejak hari Senin tanggal 13 April 2020 kemarin.

Diketahui, sidak yang dilakukan oleh Suharinomo, salah satu anggota dewan Komisi IV menyebutkan, bahwa perusahaan tersebut telah melanggar SE Menteri Perindustrian Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Operasional Pabrik dalam Masa Kedaruratan Kesehatan masyarakat virus corona (COVID-19).

https://gempardata.com/

Menyikapi adanya hal tersebut, Kepala Bidang Personalia dan Keuangan PT. Tanjung Odi Kabupaten Sumenep, Deddy Aryadi pada media ini mengatakan, bahwa memang benar adanya sehingga pihak manajemen sangat berterimakasih atas koreksi dari anggota DPRD Sumemep.

“Kami ucapkan terimakasih atas kunjungan dan koreksi dari rekan-rekan DPRD Sumenep. Ini adalah cambukan positif bagi kami agar kedepannya pihak manajemen PT. Tanjung Odi dapat memperbaiki diri lagi dan berkembang lebih baik lagi,” ungkap Kabid Deddy, Rabu (15/4/2020).

Sisi lainnya, Deddy juga menjelaskan, sejumlah anggota DPRD itu sudah melihat secara langsung, penerapan Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 4 Tahun 2020 di PT. Tanjung Odi, hanya pada point Physical Distancing ada sedikit permasalahan. Tapi pihak manajemen telah melakukan pembenahan secara bertahap.

“Di ruang produksi, kita akui ada sedikit permasalahan. Sebenarnya sudah ada usaha untuk physical distancing, meja tempat karyawan telah di pisahkan sekitar 40 cm, dan saat ini kita telah lakukan pembenahan, menyesuaikan aturan physical distancing,” terangnya.

Deddy menambahkan, untuk perubahan ‘jarak’ akan dilakukan secara bertahap, ruang produksi telah di layout ulang, dan juga sudah di hitung jumlah meja yang mampu di tampung oleh volume gedung saat ini.

“Langsung kami lakukan pembenahan di ruang produksi, telah di layout dan dirubah sesuai protokol. Tapi harus bertahap, menyesuaikan luas gedung. Jika nanti kurang mencukupi, maka akan dilakukan penambahan pada gedung produksi,” tutupnya. (sheno/dein)

https://gempardata.com/