oleh

Harlah ke-60, PK PMII STKIP PGRI Sumenep Gelar Sharing Pandemi Covid-19 dan Istiqasah

SUMENEP, Gempardata.com – Dalam rangka memperingati harlah ke-60, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Pengurus Komisariat PMII STKIP PGRI Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyelenggarakan sharing bersama kader, Kamis (16/4/2020)

Kegiatan dengan tema “Apa Kabar Kader PMII di tegah Pandemi” tersebut dilaksanakan guna mempertahankan ruh organisasi. Membaca, menulis dan berdiskusi adalah sebuah kewajiban bagi kader PMII ditengah pandemi Covid-19.

https://gempardata.com/

Ketua Komisariat PMII STKIP PGRI Sumenep, Syauqi Robbil Afief,mengatakan pada media ini melalui pesan aplikasi WhatsApp nya, Kamis (16/4/2020).

“Kegiatan dengan tema “Apa Kabar Kader PMII di tegah Pandemi” tersebut dilaksanakan guna mempertahankan ruh organisasi. Membaca, menulis dan berdiskusi adalah sebuah kewajiban bagi kader PMII di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya.

Dikatakan Roby, bahwa kegiatan tersebut juga disiarkan langsung (on air) di RRI Sumenep dan via aplikasi Zoom. Dan akan ditutup dengan istighosah sekira pukul 20.20 Wib pada malam Sabtu, tanggal 17 april 2019.

Menurutnya, selain sharing atau diskusi mengenai Covid-19, Pengurus Komisariat PMII STKIP PGRI Sumenep juga akan membagi-bagikan masker ke beberapa desa, diantaranya desa Tamidung dan Legung, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep.

“Gerakan 1 desa 100 masker itu akan dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 17 April 2019, sekira pukul 03.00 Wib ini adalah bentuk kepedulian kader pmii terhadap kondisi hari ini, lebih-lebih masyarakat yang ada didesa yang terkadang kurang diperhatikan,” kata Roby, panggilan akrabnya.

Padahal, menurut Roby, tidak ada jaminan virus tidak bisa masuk ke Desa-desa. Sebab, jika kita mempelajari tentang proses penyebaran virus, yang memang virus membutuhkan medium, entah medium itu melalui alat transaksi dan lain sebagainya.

“Maka ikhtiyar kami pengurus komisariat pmii stkip dalam mebantu masyarakat dan pemerintah untuk mempertahankan Sumenep agar tetap dalam Zona Hijau jadi gerakan 1 desa 1 masker,” tukasnya. (sheno/dein)

https://gempardata.com/

Berita Terbaru