Hari ini, LAZISMU Sumenep Resmi di launching

SUMENEP, Gempardata.com – Program Aksi Bersama untuk sesama yang merupakan program sosial kemasyarakatan bagi umat. Lembaga Amil Zakat Infak dan Sadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Kabupaten Sumenep telah resmi di buka (Launching).

Launching yang dimulai sekitar pukul 08.00 Wib pagi dihadiri oleh Ketua Lazismu Pusat, Hilman Latief, Ph.D., Ketua Lazismu Jawa Timur, drh. Zainul Muslimin, Komisaris PT. Pembangkitan Jawa Bali, Defy Indiyanto Budiarto, Wakil Pengasuh Ponpes Al-Islah Sendangagung Lamongan, K. Piet H. Khaidir, Ketua PDM Sumenep, Drs. Moh. Yasin, M.Hi, dan Ketua PDPM Sumenep, Hamdan, S.Thi. serta para undangan sebanyak 200 orang.

https://gempardata.com/

Acara yang bertajuk “Berderma untuk Kemakmuran Masyarakat Sumenep : Strategi membangun kekuatan Ekonomi Melalui Lazismu” bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Jl. Urip Sumoharjo 8A Pabian Sumenep, Madura, Jawa timur. Minggu, (20/10/2019).

Dalam sambutan Ketua Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu), Dr. Moh. Zeinudin, SH, SHi, M.Hum yang di wakili oleh Direktur Lazismu Sumenep, Abd. Manan Rifa’ie menyampaikan, tujuan dari terbentuknya Lazismu ini sebagai lembaga pengelola zakat swasta untuk membantu lembaga zakat pemerintah dalam menyalurkan dan mendistribusikan zakat. Disamping itu, Lazismu juga mempunyai visi dan misi untuk membantu Pemerintah dalam menekan angka kemiskinan.

“Kemiskinan adalah salah satu persoalan yang sampai saat ini masih  sulit ditangani oleh pemerintah, sehingga dengan adanya lembaga ini diharapkan dapat mengurangi beban pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan khususnya di Kabupaten Sumenep dengan meningkatkan potensi zakat.” katanya.

Menurut Abd. Manan Rifa’ei melalui lembaga ini juga diharapkan nantinya kedepan agar masyarakat Sumenep sadar membayar zakat dan peran Lazismu dapat mensosialisasikan pentingnya untuk membayar zakat, infaq dan sadaqah sebagai amal jariyah dikemudian hari.

“Berharap kedepan masyarakat Sumenep khususnya sadar zakat, membayar zakat, infaq dan sadaqah sebagai amal jariyah.” terangnya.

Selain itu, Ketua Lazismu Pusat, Hilman Latief, Ph.D dalam sambutannya mengungkapkan bahwa, sangat mengapresiasi atas terbentuknya lembaga Lazismu ini sebagai lembaga pengelola zakat non pemerintah atas inisiatif pengurus Muhammadiyah.

“Lazismu sebagai lembaga swasta pengelola zakat bersama dengan BAZ pemerintah hendaknya bersinergi dalam melaksanakan pengelolaan zakat. Bentuk sinergi misalnya dengan melakukan mapping dalam mengelola zakat di Kabupaten Sumenep ini. Misalnya, Lazismu dan BAZ hendaknya selalu duduk bersama membahas bagaimana untuk mengoptimalkan potensi-potensi zakat.” jelasnya.

Potensi-potensi zakat di Sumenep ini, sambung Hilman Latief, harus lebih ditingkatkan agar dapat mengurangi angka kemiskinan dan kesenjangan antara kaya dan miskin. Untuk itu, Ia meminta agar para lembaga–lembaga pengelola zakat baik milik pemerintah maupun bukan untuk selalu mensosialisasikan zakat.

“Kelemahan kita disini adalah kemampuan kita untuk mencari sumber-sumber zakat yang masih terbatas, hal ini karena kesadaran masyarakat untuk membayar zakat masih rendah sehingga memang perlu sosialisasi agar masyarakat gemar berzakat dan lebih terakomodir.” ucapnya Hilman.

Hilman Latief meminta kepada semua stakeholder untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat gemar berzakat.

“Ini tanggungjawab kita semua karena Al Quran memang memerintahkan untuk mengambil hak kaum duafa dari harta kita. Bayangkan kalau masyarakat kita semua gemar berzakat, maka sangat mungkin dapat menekan angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep ini yang akan berdampak pada proses pembagunan.” pungkasnya. (seno/why)

https://gempardata.com/