Garda Raya Kembali Lakukan Aksi, Meminta DPRD Sumenep Jangan Hanya Diam

Sumenep, Gempardata.com (20/12/2023) – Demi mendapatkan keadilan atas meninggalnya bayi Adelia Aziz Bella Negara sampai saat ini tidak pernah menyerah. Perjuangan Garda Raya kembali menyampaikan protesnya di depan gedung DPRD Kabupaten Sumenep, Selasa, (19/12/2023).

Gerakan di Gedung DPRD Sumenep dinahkodai Abd. Halim itu tiba di depan gedung DPRD Sumenep pukul 10.30 dan langsung memulai protesnya dengan melakukan aksi bisu dan teatrikal dengan membawa poster “DPRD Jangan Bungkam”, “Save Adelia, Segera Beri Keadilan” dan “DPRD Segera Buat Pansus”.

https://gempardata.com/

Aksi bisu dilakukan lantaran Garda Raya menilai sampai sejauh ini DPRD Sumenep tidak responsif menyikapi persoalan sosial-kemasyarakatan yang terjadi di lingkungan Kota Keris.

“DPRD Kabupaten Sumenep memilih diam dari sejak awal keluarga korban mencari keadilan bagi bayi Adelia,” ujar Abd. Halim.

DPRD yang seharusnya mewakili rakyat malah memilih diam diri. Menyangsikan kebenaran yang seharusnya diperjuangkan, dan tidak mewakili rakyat yang tertindas, “ucap Halim.

Ia juga menegaskan wakil rakyat Sumenep bisu dan dan pura-pura tuli, seperti tak punya rasa empati. Terbukti, kasus yang merenggut nyawa sekalipun tak bisa dijadikan atensi.

“Isu hilangnya nyawa bayi yang bahkan telah menjadi pemberitaan nasional ini tidak ada perhatian sedikitpun dari DPRD Kabupaten Sumenep, kan miris DPR kita ini?” tegas Halim.

Karena hal tersebut, massa aksi menuntut DPRD Sumenep segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk membongkar teka-teki kecerobohan pihak Puskesmas Batang-Batang yang menyebabkan bayi Adelia Aziz Bella Negara meninggal dunia usai dilakukan pengambilan darah pada tumit kakinya hingga menyisakan bekas biru lebam.

Padahal, menurut penuturan Anwar paman korban, kondisi bayi Adelia sebelum diambil darahnya sangat sehat dan tidak rewel.

Tidak cukup dengan aksi bisu, Garda Raya juga melakukan teatrikal dengan memperagakan kondisi bayi yang disuntik pada bagian tumit dengan bekas biru lebam serta selalu mengangkat kakinya karena kesakitan.

“DPRD Sumenep jangan hanya berdiam diri, untuk segera bentuk Pansus secepatnya mengusut kasus ini dengan melibatkan semua pihak, jangan hanya sepihak!” pintanya Halim
(Red)

https://gempardata.com/