FPML (Forum Mahasiswa Peduli Lingkungan ) Lontarkan Kritikan Pedas, Pemerintahan Sumenep Banci Tidak Mampu Menutup Eksploitasi Tambang galian C ilegal (Ilegal Mining)

Sumenep|GemparData-Com,- FMPL ( Forum Mahasiswa Peduli Lingkungan ) geruduk kantor Pemkab Sumenep menyikapi kinerja bupati Sumenep guna melangsungkan aspirasinya peduli lingkungan terhadap masyarakat sumenep. yangmana sampai saat ini hanya sebatas ceremonial belaka atau celebration, sedangkan liarnya para oknum Penambangan Galian C Illegal semakin merajalela.yang mengakibatkan eksploitasi. Karena eksploitasi tersebut suatu tindakan pemanfaatan yang dilakukan untuk keuntungan pribadi, penghisapan, pemerasan pada orang lain yang pada dasarnya merupakan suatu bentuk tindakan yang tidak terpuji dan tidak dapat dibenarkan. Sementara Pemkab Sumenep bersikap NATO ( No Action Talk Only ), Kamis, (19/10/2023)

Dari itulah, Teriakan lantang yang disemburkan para aktivis FMPL, Geram terhadap bupati Sumenep sebagai pemangku kebijakan tidak mampu melakukan langkah preventif dan represif sehingga para aktivis tersebut melantunkan orasinya dengan pedas yang akhirnya terlontar kata ” BANCI “, orasi tersebut tidak hanya tertuju kepada pemerintahan sumenep melainkan juga terhadap aparat penegak hukum yaitu Polres Sumenep yang tidak berdaya dan tidak melakukan sebagaimana tugas yang ia jalankan.

Lalu, mengapa Aparat Penegak Hukum (APH) yaitu Kepolisian resort Sumenep tidak menindak tegas dalam hal penutupan terhadap aktivitas galian c yang diduga masih tetap beroperasi sampai hari in,i karena sesuai dengan pasal 13 undang-undang No 2 tahun 2002 tentang kepolisian republik indonesia, dtegaskan bahwa salah satu tupoksi kepolisian adalah menegakkan hukum.

https://gempardata.com/

Amir, selaku koordinator aksi Unras dan sekaligus sebagai orator , seorang mahasiswa fakultas Hukum dari universitas terkemuka di kabupaten Sumenep ” UNIJA (Universitas Wiraraja) menyampaikan dalam orasinya,
kabupaten Sumenep yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA)- nya berlimpah ruah atau sangatlah kaya boleh dikata Suvarnadwipa atau Tanah emas. Padahal, sumber pendapatan masyarakat Sumenep berasal dari sektor agraris dan maritim. jikalau para pemilik tambang galian c ini mengantongi ijin, jelasnya akan memberikan dampak positif dan produktifitas terhadap pertumbuhan ekonomi (economics growth)bagi masyarakat Sumenep dan PAD pemerintah Sumenep, Orasinya.

” Aktivitas pertambangan galian c yang dilakukan secara ilegal secara otomatis tidak memiliki Amdal dan UKL/UPL dan jelas melanggar pasal 35 Jo 158 Undang-Undang No 3 Tahun 2020 Tentang Mineral dan Batubara (Minerba) dengan ancaman penjara Paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp.100.000.000.000,00,-(Seratus Milliyar Rupiah)., sergahnya.

Di sisi lain , pasal 161 juga diatur bahwa setiap orang yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan/atau pemurnian, pengembangan dan/atau pemanfaatan pengangkutan, penjualan mineral dan/atau batubara yang tidak berasal dari pemegang IUP, IUPK, IPR, SIPB atau izin lainnya akan dipidana dengan pidana penjara”.

Selanjutnya, .Bupati sumenep harus merampungkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sumenep dimana sebagai payung hukum galian c dan pembangunan lainnya membuat Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang berdasarkan kajian akademik, sehingga ketika penambang mau mengajukan izin harus berdasarkan RDTR tersebut, tuturnya

Dengan demikian, kami sampaikan kepada pihak kepolisian Sumenep, agar pihak Kepolisian mengimbau kepada seluruh pemilik tambang galian C Illegal yang berada di wilayah hukum Polres Sumenep agar secepatnya untuk mendapatkan izin guna menjamin legalitas.

Yang Seharusnya pihak kepolisian memberikan edukasi atas Izin eksplorasi dan produksi bagi setiap pemilik tambang, untuk memastikan aktivitasnya mematuhi hukum perlunya upaya bersama dan dukungan seluruh pihak untuk mendorong penanganan Tambang Galian C ilegal beserta dampak yang ditimbulkan.


Akhir orasinya, beranikah pihak Kepolisian sumenep melakukan penegakan hukumnya? Siapakah Aktor di belakang Tambang Galian C Ilegal ini? Dan Mampukah Bupati Sumenep menyapu bersih para cukong cukong penambang Galian C ilegal tersebut? Tutup, Seluruh Aktivitas Galian C ilegal yang masih tetap beroperasi sampai mengantongi izin pertambangan, Kata Amir sang Orator Aksi, (red)
https://gempardata.com/