Harga Sembako di Pasar Dhuko Timur Relatif Stabil, Harga Konfeksi Naik Signifikan

PAMEKASAN, Gempardata.com — Menjelang hari raya Idhul fitrih, kebutuhan masyarakat semakin banyak baik berupa sandang maupun pangan, meningkatnya permintaan konsumen biasanya diikuti dengan meningkatnya harga komoditi namun harga sembako di pasar dhuko timur Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan relatif stabil berbeda dengan harga konveksi yang mengalami peningkatan.

Berdasarkan pantaun Gempardata.com sejumlah bahan pokok mengalami penurunan diantaranya bawang putih 1kg di kisaran Rp 30 ribu kalau dulu harganya Rp 70 ribu sedangkan minyak sayur 1 liter Rp 11 ribu menjadi Rp 10 ribu dan beras 3 kg antara Rp 26 ribu – menjadi 25 ribu yang mengalami kenaikan cukup siknifikan yakni gula 1 kg dari Rp 10 ribu naik menjadi Rp 13 ribu.

“Untuk sekarang ini dek harga kebutuhan pokok masih stabil berbeda dari ramadhan tahun kemarin, kalau untuk sayuran ini masih belum di prediksi karena tergantung pasokan dari petani. Sedangkan untuk ramadhan sekarang minat konsumen akan daging cendrung tinggi sehingga mengurangi minat komsumsi sayuran” tutur Ibu Rizkiyaj salah satu pedag di kiosnya, Senin (27/5/2019).

Ia juga menjelaskan, bawang putih sempat kosong dan naik cukup tinggi sebelum bulan puasa, namun saat ini kembali normal. Bahkan, harga – harga bahan pokok hari ini cenderung ada penurunan. Sedangkan suplai stok bahan pokok untuk pedagang masih lancar dan tersedia pada ramadhan ini.

Berbeda dengan Sitti Ruhainah, pedagang konveksi menuturkan kalau harga di pusat grosir surabaya naik sekitar 25% baik itu berupa kerudung, jubah serta baju untuk anak – anak lainnya, sedangkan minat pembeli di pasar ini menurun drastis, sebab untuk sekarang ini, banyak penjual baju yang sudah di jajakan ke rumah – rumah dan juga bisnis online.

“Untuk sekarang ini mas serba sulit sebab selain harga – harga naik namun untuk msyarakat kecil untuk sekarang ini belum terjangkau, hal ini karena masyarakat menengah ke bawah khususnya untuk daerah pedesaan sangat sulit mata pencariannya” paparnya.

Hal serupa juga di katakan Bapak Zulkarnaen salah satu warga setempat, bahwa dirinya ke pasar berniat membeli baju buat anak sama cucunya namun uangnya tidak cukup, dia hanya membeli buat cucunya saja, padahal katanya sudah menabung jauh – jauh hari.

“Kalau saya nak ke pasar ini bukan mau beli baju buat saya, namun buat anak perempuan saya sama cucu, kalau saya lebaran nanti baju seadanya saja, maklum saat ini tidak ada musim tembakau” keluhnya memelas. (sgk/hmd/why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here