Ekonomi Tidak Stabil, Gegara Jalan Penghubung 3 Desa Rusak Parah, Ini Kelalaian Pemerintah Sumenep Dalam Menyeleksi

Sumenep-Gempardata.Com,- Selasa (23/01/2024),- Pembangunan Infrastruktur adalah Faktor Utama untuk memberikan peranan yang sangat penting dalam memacu pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah, serta mengurangi pengangguran, mengentaskan kemiskinan dimana untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Seharusnya, Pemerintah Sumenep berkomitmen untuk terus meningkatkan pembangunan infrastruktur, karena ketersediaan infrastruktur yang handal merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung kegiatan ekonomi maupun pertumbuhan dunia usaha.

Sebelumnya, Dilansir dari media Bisnis.Com Selasa, 2 Januari 2024 penulis ( Annasa Rizki Kamalina) dengan judul ” Seluruh Kota Kompak Alami Inflasi di Desember 2023, Tertinggi di Sumenep”, dijelaskan oleh Amalia inflasi tertinggi berada di Sumenep yang mencapai 5,08% dan menjadi kota dengan inflasi tertinggi secara nasional.

https://gempardata.com/

“Amalia merinci, komoditas penyumbang inflasi di Sumenep, yaitu beras dengan andil 1,38%, emas perhiasan andil 0,51%, cabai merah menyumbang 0,38%, cabai rawit berkontribusi sebesar 0,38%, dan rokok kretek filter yang memberikan andil 0,26%.

” Sumenep 5,08% yang juga merupakan kota dengan tingkat inflasi tahunan tertinggi secara nasional. Bandung 0,63% dan menjadi kota dengan tingkat inflasi tahunan terendah secara nasional,” jelas Amalia A. Widyasanti, Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) dalam konferensi pers, Selasa (2/1/2024)

Dari penjelasan Plt Kepala Badan Pusat Statistik Pusat (BPS) , atul sapaan akrabnya menilai , ini menjadi kado pahit bagi Bupati sumenep dan Pemerintahan Sumenep yang saat ini tengah menjadi perbincangan dikalangan elite.

Disinggung oleh Hidayatullah, pengamat Ekonomi dan Pemerhati Petani, Adanya persoalan diatas Bupati sumenep harus selektif dan preventif dalam mengambil kebijakan untuk pembangunan sarana infrastruktur. Sebagai contoh kurang selektif nya pengambilan keputusan pembangunan infrastruktur yang dapat menekan inflasi adalah pembangunan sarana transportasi jalan serta Penerangan Jalan Umum (JPU) yang masih sangat minim untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Khususnya pada daerah daerah potensi agribisnisnya tinggi. Hal ini dialami oleh desa lenteng timur dimana salah satu ruas jalan yang menghubungkan 3 desa dan merupakan jalan sarana aktifitas produksi pertanian dan agribisnis yang tidak tersentuh selama 10thn, Tutur Atul sapaan Akrabnya.

” Ini merupakan salah satu kelalaian pemerintah Sumenep dalam mengkaji dan menyeleksinya. Jalan penghubung 3 desa ini adalah jalan akses yang sangat urgen karena 3 desa ini merupakan desa penghasil pertanian yang produktif dan pasar lenteng merupakan pasar yang sangat berpotensi di kabupaten sumenep. Dimana aktifitas pasarnya aktif sampai malam hari. Hal ini sangatlah menentukan bagi peningkatan ekonomi masyarakat sumenep. Jika jalan poros yang menghubungkan 3 desa ini terbangun dan PJU (Penerangan Jalan Umum )-nya, perputaran ekonomi akan menumbuh kembangkan peningkatan aktifitas pasarnya”, Tegas Atul.

” Jangan salahkan masyarakat yang begitu peduli terhadap tingginya aktifitas pelaku ekonomi di 3 desa ini bergerak dengan swadaya untuk meningkatkan kwalitas jalan tersebut. Karena mereka telah lelah menunggu selama 10 tahun tidak ada tanggapan dari pemerintahan desa, kecamatan dan kabupaten”, Sambungnya.

Lebih lanjut, Infrastruktur dapat menjadi ancaman lantaran jika pembangunan fasilitas prasarananya buruk maka akan mengakibatkan aspek ekonomi yang tidak stabil. Karena itu, pembangunan infrastruktur idealnya mesti rata di setiap wilayah agar bisa mendorong perekonomian daerah atau desa secara menyeluruh.

Atul menambahkan pada pewarta GemparData-Com, saya mensinyalir Camat Lenteng belum memahami Apa itu pembangunan dibidang infrastruktur ? Perlu diketahui , menyangkut infrastruktur yang bersifat ke-PU-an (misalnya jalan, jembatan,maupun penyediaan air bersih), pembangunan infrastruktur juga mencakup prasarana lain semisal pelabuhan, listrik, bandara, dan yang lainnya, tutup Atul.(red)

https://gempardata.com/