Bupati Sumenep Buka Rapat Koordinasi Tim Inovasi Kabupaten Tahun 2019 di Hotel Utami

SUMENEP, Gempardata.com – Demi meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan berbagai inovasi baru yang sesuai kebutuhan masyarakat. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep gelar Rapat Koordinasi Tim Inovasi Kabupaten (TIK) tahun 2019.

Acara yang berlangsung sekitar pukul 08. 00 Wib tersebut dihadiri oleh Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, Kepala Dinas PMD Sumenep, M. Ramli, S. Sos, Dinas Provinsi Jawa Timur, Tenaga Ahli Konsultan Pendamping Provinsi, Pimpinan OPD dan Camat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Sumenep, Tim Inovasi Kabupaten.

https://gempardata.com/

Selain itu nampak hadir juga Ketua TP PKK Sumenep Nurfitriana Busyro, TIPD dari 27 Kecamatan Pendamping Desa, Pendamping Local Desa yang bertempat di Auditorium Hotel Utami Sumekar Jalan Trunojoyo No.51 Sumenep, Madura, Jawa Timur. Kamis, (8/8/2019).

Berdasarkan informsi yang berhasil dihimpun media ini, bahwa kegiatan Rapat Kordinasi Tim Inovasi Kabupaten (TIK) tersebut akan berlangsung selama 3 (tiga) hari sejak tanggal 8 sampai 10 Agustus 2019.

Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si menyampaikan, bahwa rakor ini berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan berbagai macam inovasi baru sesuai kebutuhan masyarakat.

“Peran dan wewenang Desa semakin diperkuat, salah satunya melalui keberadaan program anggaran Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (DD-ADD). Selama 4 tahun pemerintah telah mengucurkan dana sebesar 187 triliun.” kata Busyro Karim dalam sambutannya.

Menurutnya, Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (DD/ADD) mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa yang ditunjukkan dengan menurunnya rasio ketimpangan pedesaan dari 0,34 menjadi 0,32 pada tahun 2014. Dan DD/ADD juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desa.

“Kemajuan desa sangat ditentukan oleh banyak hal diantanya yaitu, komiten Pemerintah Daerah, komitmen dari Pemerintah Desa dan komitmen dari masyarakat.” terangnya.

Dalam pasal UU Desa menyatakan bahwa partisipasi semua masyarakat menjadi unsur penting dalam perumusan pembangunan desa. Melalui pembentukan tim TPID sejak 2017 dan para pendamping dapat meningkatkan inovasi desa di Kabupaten Sumenep.

“Jangan malu mencontoh Desa-desa yang maju dan inovatif, misalnya Desa Ponggok. Pendapatan dari badan usaha milik masing-masing desa tersebut dipakai untuk mensejahterakan masyarakat. Dan Setiap rumah tangga wajib mencetak satu sarjana yang itu dibiayai desa.” jelasnya.

Pihaknya berharap, supaya TPID, Pendamping Desa (PD) dan tim pelaksana inovasi dari beberapa OPD, Asosiasi, serta unsur masyarakat Sumenep terus meningkatkan wawasannya. “Istiqomah dan bekerja maksimal agar desa lebih efektif, efisien dan semakin baik kedepannya.” tutupnya.

Selain itu, pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas PMD, M. Ramli, S.Sos juga mengatakan, pelaksanaan rapat kordinasi tim inovasi ini dalam rangka melakukan kordinasi dan singkronisasi penyelenggaraan kegiatan inovasi desa diseluruh wilayah Kabupaten. Guna merumuskan langkah-langkah kongkrit.

“Hal ini juga mencari solusi pemecahan masalah yang berkenaan dengan bagaimana ada langkah-langkah kongkrit inovasi desa di Kabupaten Sumenep ini.” ucapnya.

Inovasi ini juga memberikan dukungan terhadap pertukaran pengetahuan antara desa bahkan yang lebih sepesifik yaitu untuk mendorong dan mengawal penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (DD/ADD) di desa.

“Terutama agar peka terhadap mengakoder kebutuhan masyarakat. Dengan hal itu, supaya lebih berkualitas, efektif, efesien, dan lebih inovatif. Dan terus melakukan inovasi-inovasi yang tidak sekedar jago kandang, akan tetapi juga bisa dikompetisikan dan punya nilai jual yang dapat di promosikan keluar daerah.” paparnya.

Selain itu, apalagi saat ini sudah ada BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) yang juga temasuk program prioritas dari penggunaan Dana Desa dan Alaokasi Dana Desa (DD/ADD). Ketika BUMDes kita arahkan bisa eksis, maka di unit-unit usaha bumdesnya itu yang kita rapatkan pada agenda rapat saat ini.

Bagimana BUMDes dapat mengelola potensi-potensi desa yang memang bisa dikembangkan. Sebab potensi-potensi di setiap desa itu berbeda-beda. Jadi kedepan usaha di desa ini di bawah naungan BUMDES, sehingga peluang dan lapangan kerja masyarakat juga akan lebih terbuka dan lebih optimal, itu pentingnya inovasi.

“Arah dari kegiatah ini untuk menciptakan Desa tematik sesuai potensi lokal Desa masing-masing, artinya setiap Desa agar menunjukkan ciri khas keunggulannya masing-masing.” pungkasnya. (seno/why)

https://gempardata.com/