Boom, Polres Sumenep Ungkap Ledakan Keras di Kecamatan Dasuk, Polda Jatim Terjunkan Tim Gegana

Sumenep, gempardata.com (4/1/2024)-
Peristiwa ledakan keras yang terjadi di Sumenep pada Selasa (2/1) sekitar pukul 20.30 WIB, di jalan setapak di Dusun Laok, Desa Bates, Kecamatan Dasuk, Sumenep, Jawa Timur, masuk dalam penyelidikan polisi. Peristiwa mengakibatkan kerusakan sepeda motor dan jendela musalla pecah, satu warga terluka.

Polres Sumenep mengungkap kronologi ledakan keras tersebut dalam penyelidikan polisi, ledakan diduga potas. Akibat peristiwa tersebut jendela musala pecah, sepeda motor rusak, dan satu warga setempat bernama Atmawi (53) terluka.

https://gempardata.com/

Dari kejadian tersebut dengan sigap Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menerjunkan tim Gegana ke lokasi ledakan di Desa Bates, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura, yang mengakibatkan seorang warga luka.

“Tim Gegana Polda Jatim tiba di lokasi ledakan di Dusun Laok, Desa Bates, pada Rabu (3/12) sore dan langsung melakukan penyisiran di area tempat kejadian perkara (TKP),” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti di Sumenep, Kamis (4/1/2024).

Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Selasa (2/1) sekitar pukul 20.30 WIB. Sebelum kejadian Atmawi, sedang berada di depan musala untuk beristirahat, sambil menjaga sebuah toko yang jaraknya kurang lebih 150 meter.

“Atmawi, sebelum kejadian sedang berada di depan musala untuk beristirahat, sambil menjaga sebuah toko yang jaraknya kurang lebih 150 meter”. Toko yang dijaga saat itu memang sudah tutup. Dan lokasinya berada di tempat sepi yang jauh dari pemukiman penduduk,” kata Widiarti dalam rilisnya.

Beberapa waktu kemudian, kata dia, Atmawi melihat gerak-gerik pengendara motor yang tidak dikenal dan mencurigakan. Atmawi kemudian memindahkan kendaraan bermotornya ke belakang mushalla.

“Tepatnya di gardu yang ada di belakang mushalla ini, pada saat Atmawi sedang istirahat, tiba-tiba ada suara ledakan keras hingga berteriak minta tolong,” ucapnya.

“Sementara, perkiraan kerugian secara materil Rp15 juta,” ucapnya. (Red -one)

https://gempardata.com/